Stay in The know

Intermezzo

‘Mahabarata: Asmara Raja Dewa’, Pertunjukkan ke-154 dari Teater Koma

‘Mahabarata: Asmara Raja Dewa’, Pertunjukkan ke-154 dari Teater Koma

Lakon Mahabarata: Asmara Raja Dewa bercerita tentang keberadaan tiga dunia, yakni Mayapada, Madyapada, dan Marcapada

Durasi baca: 1 menit.


Teater Koma mempersembahkan lakon Mahabarata: Asmara Raja Dewa. Pagelaran yang digelar selama 10 hari ini, berkisah tentang kehidupan tiga dunia. Dunia satu disebut dunia atas yakni Mayapada atau dunia atas/kekal, tempat tinggal para dewa dan dewi, bidadari dan apsara-apsari.


Kemudian ada dunia dua yang berarti dunia tengah, yakni Madyapada. Tempat tinggal para setan, jin, demit, hingga makhluk halus dan para peri.


Terakhir ada dunia tiga atau dunia bawah yakni Marcapada. Tempat tinggal para wayang, denawa, raksasa, dan margasatwa. Wenang atau sang penguasa kemudian menciptakan sebuah planet indah untuk dihuni oleh para wayang yang diberi nama Jawa. Tidak hanya itu, Wenang juga menciptakan wayang suci yang terbuat dari cahaya bernama Hyang Tunggal.

(BACA JUGA: ‘Bunga Terakhir Badai & Kasih’, Drama Musikal untuk Gempa Bumi Palu – Donggala)


Hyang Tunggal kemudian menikah dengan Dewi Rekatawati. Dari pernikahan Anda, Dewi Rekatawati melahirkan sebuah telur emas. Dari telur inilah lahir tiga dewa bagus yang diberi nama Antaga, Ismaya, dan Manikmaya. Kemudian ari-ari telur tersebut menjelma menjadi dewa yang pintar tapi gemar tertawa bernama Manan.


Terciptanya Hyang Tunggal ternyata membuat Idajil, pemimpin dunia dua marah besar. Idajil yang terbuat dari api dan cahaya kemudian menghasut Ras Wayang agar melawan Wenang. Para wayang yang terhasut kemudian disebut dengan Kaum Asura, sedangkan wayang yang tidak terhasut dan tetap tinggal di langit disebut sebagai Kaum Sura.



Author: Asti Ajani

You Might Also LIke