×

Stay in The know

Intermezzo

Lawan Diabetes, Singapura Bakal Larang Iklan Minuman Manis

Lawan Diabetes, Singapura Bakal Larang Iklan Minuman Manis
Andiasti Ajani

Mon, 14 October 2019 at 14.04

Mulai dari kopi dan jus buah kemasan, yogurt, hingga minuman ringan.

Durasi baca: 1 menit.


Jika bicara soal inovasi, negara tetangga Singapura tentu tidak boleh dilewatkan. Tidak pantas memang jika dibandingkan dengan Indonesia karena tidak apple to apple. Tetapi tetap saja banyak hal dari Singapura yang seringkali membuat kita berdecak kagum.


Baru-baru ini, Pemerintah Singapura patut diberi pujian karena akan memberlakukan peraturan baru yang cukup berani. Melansir dari dailymail.co.uk, mulai tahun 2020 mendatang Singapura akan melarang iklan produk-produk minuman manis di berbagai platform.


Mulai dari media cetak, televisi, hingga online. Hal ini sengaja dilakukan oleh Pemerintah Singapura, guna menurunkan angka pengidap diabetes di negaranya. Iklan, memang menjadi salah satu cara penjualan produk yang seringkali sampai kepada konsumen.


Berkat sebuah iklan, Anda jadi ingin mencoba produk yang diiklankan tersebut. Terlebih iklan minuman yang mengandung pemanis buatan. Dikemas dengan cara yang segar dan mampu melepas dahaga. 

(BACA JUGA: 5 Cara Mencegah Diabetes di Usia Muda)




Sebelum mengeluarkan rencana ini, Menteri Koordinator Kementerian Hukum dan Kementerian Kesehatan di Singapura, Edwin Tong mengatakan, Pemerintah Singapura telah melakukan sebuah survei tentang isu tersebut. Hasilnya, 70 persen responden mendukung langkah pemerintah yang satu ini.


Namun Pemerintah Singapura mengaku akan terus mengumpulkan data terkait rencana tersebut hingga beberapa bulan ke depan. Masih melansir dari dailymail.co.uk, yang termasuk ke dalam jajaran minuman manis yang dilarang oleh Pemerintah Singapura adalah kopi dan jus kemasan, minuman ringan, hingga yogurt.


Singapura sendiri saat ini sedang mengalami beban kesehatan karena penduduknya mengalami obesitas dan diabetes. Menurut data yang dikeluarkan oleh International Diabetes Foundation tahun 2017 lalu, satu dari tujuh orang di Singapura menderita diabetes. 


Karena itu, Pemerintah Singapura mencoba mencari cara guna menurunkan angka penderita diabetes dan obesitas di negaranya. Salah satunya dengan melarang iklan minuman dengan pemanis buatan di berbagai platform


Singapura saja yang mayoritas warganya berjalan kaki serta naik dan turun tangga, masih ada yang terkena obesitas dan diabetes. Bagaimana dengan warga Jakarta ya?


(Andiasti Ajani, foto: anthony espinosa, eiliv-sonas aceron/unsplash.com)

You Might Also LIke