×

Stay in The know

Intermezzo

Penuh Makna, Ternyata Begini Sejarah Kue Keranjang Imlek

Penuh Makna, Ternyata Begini Sejarah Kue Keranjang Imlek
Andiasti Ajani

Fri, 24 January 2020 at 12.03

Raksasa jahat hingga kerajaan terbesar di Tiongkok, inilah sejarah kue keranjang Imlek yang berkembang di masyarakat.

Durasi baca: 1 menit.


Besok, 25 Januari 2020, masyarakat Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, akan merayakan Lunar New Year. Namun, karena Indonesia mayoritas yang merayakan adalah etnis Tionghoa, maka lebih dikenal dengan nama Chinese New Year.


Ketika Chinese New Year atau Hari Raya Imlek tiba, banyak ragam dekorasi hingga makanan yang akan menghiasi beberapa sudut ibukota hingga pusat perbelanjaan. Salah satunya adalah kue keranjang Imlek. Kue keranjang Imlek sering disebut juga sebagai dodol Cina, karena memang teksturnya yang mirip dengan dodol.


Tapi tahukah Anda kalau kue keranjang Imlek lebih dari sekadar kudapan khas yang disajikan di rumah-rumah masyarakat keturunan Tionghoa. Karena ternyata, kue keranjang Imlek menyimpan makna dan sejarah. Ada beberapa versi sejarah tentang kue ini:

(BACA JUGA: Imlek Makin Meriah dengan Instalasi Play Line Friends di Senayan City)




RAKSASA JAHAT DAN PEMUDA BAIK HATI

Kisah pertama tentang sejarah kue keranjang Imlek adalah tentang raksasa jahat dan seorang pemuda di desa dataran tinggi Tiongkok. Raksasa jahat yang diketahui bernama Nian ini, disebut suka mengganggu manusia dan makhluk lain yang hidup di Tiongkok. Bahkan, raksasa tersebut kerap memangsa manusia juga.


Suatu hari ada seorang pemuda baik hati bernama Gao datang ke desa tersebut. Ia mendengar bahwa warga mengeluh karena ulah raksasa jahat yang selalu menghantui mereka.  Gao kemudian punya ide untuk mengusir raksasa tersebut dari desa.


Ia, meminta warga untuk bersama-sama membuat kue manis yang lengket untuk ditempel di depan pintu rumah masing-masing. Warga pun mengikuti saran Gao. Ternyata, cara tersebut berhasil. Setiap sang raksasa menghampiri rumah warga, ia akan terkecoh dengan kue manis nan lengket tersebut.


Karena itu ia akhirnya berhenti memangsa manusia. Setelah itu, warga desa akhirnya menamai kue tersebut dengan Nian Gao. Nian Gao adalah bahasa Tiongkok untuk kue keranjang Imlek yang kenal sekarang.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke