ads



Stay in The know

Intermezzo

Kilas Balik, Ini yang Terjadi di Tahun 1998 Silam

Kilas Balik, Ini yang Terjadi di Tahun 1998 Silam

Enam perempuan berbagi kisah pengalaman hidupnya di peristiwa 1998 lalu.

Keberagaman di Indonesia seolah mengingatkan kita untuk menjaga pentingnya Bhinneka Tunggal Ika yang selama ini mempersatukan masyarakat. Apalagi usai Pilkada Jakarta, tidak hanya suhu politik yang meningkat, tetapi kondisi masyarakat seolah terpecah belah menjadi dua kubu yang berbeda. Dalam rangka Hari Reformasi yang diperingati setiap tanggal 21 Mei, kita kembali diajak untuk bersatu dalam keberagaman tersebut. Tak ada gunanya lagi saling serang dan bermusuh-musuhan antar bangsa. Jika perpecahan tersebut terus digaungkan, bukan tidak mungkin trauma masa lalu kembali ke permukaan, seperti kisah pahit dari enam perempuan ini.


Vinty Sanali, 26 tahun

Waktu itu saya masih sekitar umur 7 tahun saat reformasi 1998. Tahun tersebut memang titik balik perjuangan, namun dikotori dengan peristiwa-peristiwa yang cukup membekas. Saya ingat betul ketika suatu malam sekelompok orang melempari batu ke rumah tanpa alasan. Kaca jendela di rumah pecah, namun untungnya mereka (pelaku) tidak melakukan penjarahan.

Pada lain waktu, ayah saya sempat tidur di kantor karena tidak bisa pulang. Kejadiannya saat malam hari sekitar pukul 19.00, sekitar rumah saya yang didominasi orang-orang keturunan Tiongkok, terlihat seperti kota mati. Sangat gelap dan sepi, tidak seperti biasanya. Tiba-tiba ada sekelompok orang yang memberhentikan paksa mobil yang melaju di depan ayah saya. Mereka sepertinya ingin merampok dengan memaksa pengendara untuk keluar. Ayah saya memutar balik kendaraan dan segera kembali ke kantor, bersembunyi di sana. Jangan sampai deh, kejadian-kejadian seperti itu terjadi lagi di Indonesia.

You Might Also LIke