ads



Stay in The know

Intermezzo

Ketika “Konspirasi Alam Semesta” Memasuki Kehidupan Buku Fiersa Besari

Ketika “Konspirasi Alam Semesta” Memasuki Kehidupan Buku Fiersa Besari

GLITZMEDIA.CO mengupas tuntas buku kedua karya Fiersa Besari

8/10

Sudah sejak April 2017 lalu buku kedua karya Fiersa Besari lahir kembali dengan jumlah masif yang beredar secara elektronik dan konvensional. Ya, lahir kembali karena sebenarnya perjuangan buku ini sudah berlangsung sejak akhir 2014. Karena satu dan lain hal, peluncuran dalam jumlah banyak baru terealisasi di 2017. Perjuangan ini sempat ditulis oleh penulis, dalam akun Instagram pribadinya. Dengan usaha yang ia lakukan, banyak orang tergoda untuk memiliki buku tersebut—ditambah sampulnya yang terbilang menarik untuk ditelisik.

GLITZMEDIA.CO pun ikut membaca rangkaian kata pria yang akrab dipanggil ‘Bung’ itu. Berjudul “Konspirasi Alam Semesta” , novel karya kedua dari pria asal Bandung ini menceritakan tentang cinta pada 3 perempuan—Ibu, kekasih, dan Ibu Pertiwi. Lengkap dengan CD berisi 14 lagu, Bung mencoba mendukung cerita dengan lagu yang mengiring telinga. Bagi kami, ini adalah cara yang menarik sekaligus efektif untuk menyeret pembaca pada alur kisah.

Melalui bukunya, Fiersa mampu memaparkan cerita yang kaya dan sarat akan nilai kesetiaan, percintaan, ambisi, cita-cita, nasionalisme, sekaligus keluarga. Pengemasannya rapi sehingga Anda bisa menikmati cerita yang mengalir tanpa paksaan—apa adanya. Bagi yang suka dengan cerita menyentuh hati, tentu buku ini bisa menjadi teman setia Anda. Penggunaan bahasanya puitis namun tetap mudah dipahami. Dalam buku tersebut, setiap akhir bagian selalu diselipkan lirik dari lagu pendukung. Secara tidak langsung, penulis buku “Garis Waktu” ini mencoba memvisualisasi lagunya melalui deret aksara.

Berbicara tentang buku Konspirasi Alam Semesta, tentu tidak bisa lepas dari CD yang terselip dalam buku tersebut. Secara lirik, beberapa mungkin mirip dengan lagu-lagu pop ballad yang beredar di pasaran. Namun perlu GLITZMEDIA.CO akui bahwa pemilihan musik yang mengiring cukup unik. Misalnya saja lagu berjudul “Bandung”. Fiersa menyelipkan instrumen tradisional yang membuat lagu ini terdengar ‘kaya suara’. Dengan aliran folk, Fiersa Besari mampu membuat relasi yang baik antara lagu dan cerita pada buku. Good job, Bung!

(Shilla Dipo, foto: Shilla Dipo, Pexels.com)

You Might Also LIke