Secara keseluruhan, film yang akan hadir di bioskop mulai tangga 27 September ini terasa witty. Kisah sederhana namun menarik lewat detil-detil kecil yang menjadi pemikat. Meskipun tidak terlalu melekat di hati, namun Aruna dan Lidahnya adalah sebuah tontonan satu setengah jam yang tidak membosankan. Mungkin memang iniah ciri khas Edwin. Setelah sukses menjadi sutradara terbaik untuk film Posesif, cara mengarahkannya memang berbeda dengan sutradara lain. Mungkin merujuk pada apa yang dikatakan oleh karakter pak Musa, “Beberapa masakan tidak pernah pindah tangan”. 




(Ayu Utami, foto: Palari Films)