Kisah Aruna dan Lidahnya sangat sederhana. Mengenai persahabatan Aruna Rai (Dian), Bono (Nicholas), dan Nadezhda (Hannah) yang menyukai kuliner, serta rekan kerja Aruna, Farish (Oka) yang tak pernah bisa lepas dari pikiran dan hati Aruna. Ceritanya, sebagai ahli wabah, Aruna dan Farish harus melakukan pekerjaan investigasi di beberpaa kota. Namun, perjalanan tersebut disertai wisata kuliner di kota Surabaya, Pamekasan, Singkawang, dan Pontianak. Aruna mengajak temannya—Bono dan Nad—untuk turut melakukan perjalanan tersebut. Mereka menampilkan berbagai masakan khas di beberapa daerah di Indonesia, seperti Soto Lamongan di Surabaya, Pengkang dari Pontianak, hingga Lorjuk di Madura. 

(BACA JUGA: Keseruan Bermain Tebak-Tebakan Makanan dengan Nicholas dan Hannah)


Ada konflik internal terjadi di antara para tokoh yang menjadi ramuan film ini. Namun, bumbu penyedapnya justru dari dialog antar tokoh yang mengalir dengan natural, lakon pendek dari beberapa aktor pendukung, serta gestur-gestur kecil yang lebih ‘berbicara’ tanpa harus mengutarakannya secara gamblang.

 



Edwin, selaku produser film ini menjelaskan mengenai hal tersebut, “Kami memang membuka kemungkinan eksplorasi naskah dengan dibaca dengan berbagai macam intensi dan motivasi, bahkan tinggi rendahnya intonasi. Setelahnya saya, penulis, dan para aktor kembali mendiskusikannya. Kalau perlu ditulis ulang, ya dilakukan. Prosesnya sangat fleksibel, tapi tidak spontan banget juga. Kami mengerjakan di lapangan sesuai dengan yang kami diskusikan dan sepakati bersama.”