Bagaimana menurut kamu?


Pemerkosaan, pernikahan paksa, hingga pembunuhan merupakan indikasi ketidakamanan sebuah kota. Melihat dari seluruh kota di dunia, ternyata ada sepuluh kota yang paling tidak aman bagi perempuan.


Hasil ini merupakan survei dari Thomson Reuters Foundation. Menurut lembaga tersebut Jakarta masuk dalam sepuluh besar kota paling tidak aman bagi perempuan. Posisi pertama diduduki oleh Mesir. Kemudian di posisi kedua sampai keempat ada Karachi, Kinshasha, dan New Delhi.


Lalu posisi lima ada kota Lima di Peru, posisi keenam ada Mexico City, posisi ketujuh diduduki oleh Dhaka, posisi kedelapan Lagos, dan di posisi kesembilan ada Jakarta. Sebagai penutup, kota paling tidak aman untuk perempuan di posisi kesepuluh adalah Istanbul, Turki.


Ada empat kunci utama yang menjadi indikator penilaian Thomson Reuters Foundation, yaitu kekerasan seksual, akses kesehatan, praktik keagamaan, serta peluang ekonomi. Berdasarkan hasil survei, kondisi paling parah terletak pada kekerasan seksual yang meliputi pelecehan, pemerkosaan, atau serangan tindak kejahatan lainnya.

(BACA JUGA: XXX)

Link: 


Tingkat cukup parah juga terlihat dari praktik keagamaan, meliputi pemotongan alat kelamin perempuan, pernikahan di bawah umur, sampai pernikahaan paksa. Pada indikator akses kesehatan, Jakarta masih berada di tingkat waspada.


Hal ini terlihat pada ketersediaan akses baik bagi kesehatan reproduksi dan layanan ibu hamil. Sementara untuk peluang ekonomi bagi perempuan, Jakarta tergolong cukup baik meski harus ditingkatkan. Hal ini meliputi edukasi, kepemilikan lahan atau properti, pelayanan ekonomi, hingga kesempatan kerja.


Uniknya, tidak hanya negara dunia ketiga yang masuk sebagai kota paling tidak aman bagi perempuan. Posisi ke-13 dari survei ini justru diduduki oleh New York, sedangkan Paris berada di urutan ke-17, Tokyo di posisi ke-18 dan London di urutan ke-19.


Melihat hasil ini, masih banyak ‘pekerjaan rumah’ yang harus kita lakukan guna menghadirkan dunia yang aman bagi perempuan. Menurut kamu apa cara terbaik yang bisa dilakukan supaya semua orang teredukasi bahwa keamanan adalah hak semua orang?



(Foto: unsplash.com/alexandra lammerink)


(Shilla Dipo/Andiasti Ajani, foto: commons.wikimedia.org)