Stay in The know

ads

Intermezzo

Iko Uwais Sebagai Pembangkit Selera untuk Menonton Mile 22

Iko Uwais Sebagai Pembangkit Selera untuk Menonton Mile 22

Setiap aktor melakoni perannya secara total, hingga mengalahkan jalan cerita itu sendiri.

Durasi baca: 1 menit


6,5/10

STX Entertainment/ Huayi Brothers


Ketika aktor dan aktris Indonesia harus melalui casting dan proses panjang untuk menggapai Hollywood, beda kasus dengan Iko Uwais. Untuk sebuah film, Iko mendapat telepon langsung dari sutradara Hollywood, Peter Berg, pada pukul 4 pagi waktu Jakarta. Lalu hasilnya? Terlibat dalam film Mile 22, bersanding dengan Mark Wahlberg, Lauren Cohan, Ronda Rousey, hingga the one and only, John Malkovich.

(BACA JUGA: Menjelang 10 Tahun Ini Kata Iko Uwais Soal Kariernya)




Jika Anda berharap film ini akan seperti The Raid yang penuh darah, atau padat adegan seni bela diri yang membuat mata enggan berkedip, maka sebaiknya enyahkan pikiran tersebut. Karena film ini turut mementingkan cerita dengan akhir yang membuat Anda ternganga. Berg memiliki tujuan, yaitu membuat kisah spionase yang mengandalkan teka teki dengan adegan bela diri sesuai porsi. Bahkan jika tidak ada halangan, akan mengembangkan Mile 22 menjadi trilogi. Film ini tidak bisa dibandingkan dengan The Raid hanya karena ada keterlibatan Iko di dalamnya. Sebaiknya, justru tonton film ini sebagai kisah fiksi—tanpa memandang ada aktor Indonesia di dalamnya—meskipun tidak bisa dipungkiri hal tersebut turut membuat Anda merasa bangga.



Dimulai dari perkenalan sebuah tim elit CIA bernama Overwatch, dengan penanggung jawab operasi, James Silva (Wahlberg). Mereka berhasil menuntaskan sebuah misi lewat cara efektif dan terkoordinasi. Selang lebih dari satu tahun, ternyata apa yang mereka tuntaskan memiliki dampak. Inilah yang menjadi plot film Mile 22. Seorang polisi bernama Li Noor (Iko) adalah informan yang selalu memberikan informasi akurat kepada salah satu rekan Silva, Alice Kerr (Cohan). Namun kali ini informasi miliknya sangat penting dan bisa menyelamatkan satu negara. Tentu dengan imbalan suaka ke Amerika Serikat. Setelah adanya percobaan pembunuhan dari pemerintahan setempat di kedutaan Amerika terhadap Noor, akhirnya tim Silva bertugas untuk melindungi Noor dan mengantarkannya ke bandara yang berjarak 22 mil. 

You Might Also LIke