Stay in The know

Intermezzo

Ide Kreatif Konsumen & Retail dalam Kampanye Diet Kantong Plastik

Ide Kreatif Konsumen & Retail dalam Kampanye Diet Kantong Plastik

#plastiktakgratis, simbol kepedulian terhadap lingkungan.


Penumpukkan sampah kantong plastik yang kian memprihatinkan, membuat pemerintah sempat berupaya menjalankan program plastik berbayar IDR 200 bagi mereka yang ingin menggunakannya saat berbelanja. Usaha tersebut terbilang berhasil. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) pada tahun 2016, sebanyak 55% penggunaan kantong plastik berhasil berkurang. Namun langkah itu tidak bisa berhenti sampai situ saja.


GIDKP pun kembali mengumpulkan para retail, industri kreatif, media, hingga yayasan lingkungan hidup, berkumpul dalam satu workshop edukatif untuk saling bertukar pikiran. Dalam acara yang terselenggara pada 12 September 2017 tersebut, mereka diajak untuk merancang sebuah ide dan konsep besar sebagai langkah yang relevan dalam upaya pengurangan sampah plastik. Semua tim memiliki aspirasi untuk berupaya menanggulangi masalah ini, baik dari internal hingga eksternal.



Perlu kami akui bahwa kesadaran masyarakat akan lingkungan kian meningkat, namun pemahaman mereka terhadap bahaya kantong plastik belum maksimal. Masih banyak orang yang beralasan lupa dan malas membawa tas belanja ketika mereka pergi ke supermarket ataupun pasar. Padahal, selain dampak buruk bagi lingkungan, penggunaan plastik juga dapat mengganggu kesehatan seseorang. Maka itulah kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan, sebagai salah satu upaya menyelamatkan lingkungan kita dari pencemaran limbah plastik,” ungkap Tiza Mafira, selaku Direktur Eksekutif GIDKP.


Workshop bertajuk #CoCreation yang berjalan hanya dalam satu hari ini di The Hook, Jakarta Selatan, telah berhasil menciptakan inovasi baru untuk perubahan lingkungan. Para retail besar seperti Superindo, Food Hall, Hero, hingga The Body Shop siap menerapkan sistem mengurangi penggunaan kantong plastik untuk para konsumen, dengan sistem pengalihan menggunakan kardus, ataupun tas belanja berbayar, sehingga cara ini bisa meminimalkan penggunaannya sejak dini.


(Elizabeth Puspa, Foto: pixabay.com)

You Might Also LIke