Yuk, lebih hati-hati lagi agar ibadah puasa kita lebih lancar!


Ketika berpuasa di bulan Ramadan maupun di bulan-bulan lainnya, pada umumnya kita sadar bahwa yang membatalkan puasa kita adalah makan dan minum. Tapi sadarkah kamu, kalau hal-hal yang membatalkan puasa lebih dari itu.


Tidak hanya sekadar makan dan minum, hal-hal sepele berikut ini juga bisa membatalkan puasa, lho! Meskipun setelah kejadian kamu tetap melanjutkan ibadah puasa kamu, tetapi pahala yang akan kamu dapat akan berkurang. Apalagi kalau dilakukan secara sengaja.


Ingin tahu hal-hal apa saja yang bisa membatalkan puasa? Langsung saja simak daftarnya di bawah ini.

(BACA JUGA: Tips Diet di Bulan Puasa Ramadan)


MUNTAH

Selain memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuh juga bisa membatalkan puasa kamu. Salah satunya adalah muntah. Penyebab muntah ada bermacam-macam.


Tetapi apapun penyebabnya, baik disengaja maupun tidak, puasa kamu di hari itu sudah tidak akan dihitung. Itulah kenapa makanya, ketika bulan puasa kamu harus berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Entah saat berbuka atau sahur.


Karena kalau makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kamu menyebabkan gangguan di lambung, maka risiko kamu mengalami mual hingga muntah juga akan semakin besar.


METODE TERAPI BEKAM

Hal-hal yang membatalkan puasa berikutnya adalah metode terapi bekam. Ya, melakukan terapi bekam saat puasa bisa membuat puasa kamu batal. Sama halnya seperti menstruasi, ketika ada darah kotor keluar dari dalam tubuh maka puasa kamu secara otomatis akan dibatalkan.


BERENANG

Pada dasarnya olahraga renang tidak dilarang saat bulan puasa. Asalkan kamu bisa menjaga agar tidak ada air yang masuk ke dalam tubuh. Namun sepertinya tidak mungkin kan? Kalaupun tidak masuk dari mulut, air bisa masuk dari bagian tubuh lain seperti hidung atau telinga.


Sehingga untuk menghindari batalnya puasa kamu, sebaiknya berenanglah ketika waktu berbuka telah tiba.


MEMASUKKAN SESUATU KE AREA KEMALUAN MAUPUN DUBUR

Sekilas terdengar menjijikan dan berbau seksual. Padahal tidak begitu. Pada kasus kesehatan tertentu, ada metode penyembuhan di mana si pasien harus mengonsumsi obat yang dimasukkan melalui kemaluan atau dubur mereka.


Nah kalau hal ini dilakukan pada pasien yang sedang puasa, maka ibadah puasa dari pasien tersebut secara otomatis akan batal.



(Foto: freepik.com/onlyyouqj)


(Andiasti Ajani, foto: freepik.com/wayhomestudio)