ShaRee Castlebury merelakan gaun putih kesayangannya dilukis oleh murid-muridnya sebagai tanda perpisahan.

Di mana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Begitu pula pengalaman saat menduduki bangku sekolah. Ada saatnya kita akan berpisah dengan sahabat, guru, dan lingkungan sekolah yang dilewati bertahun-tahun. Untuk menyimpan kenangan tersebut, tak jarang orang melakukan cara-cara unik. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh seorang guru Sekolah Dasar ini. 

ShaRee Castlebury merupakan pengajar dari sekolah Oklahoma’s Pat Henry Elementary School di wilayah Lawton, Amerika Serikat. Ia memilih cara yang cukup kreatif untuk mengabadikan perpisahannya bersama para murid. Melalui akun Facebook-nya, wanita berambut pirang ini, merelakan gaun putih kesayangannya untuk dilukis oleh murid-muridnya. 

Castlebury dengan sengaja membiarkan seluruh anak-anak didiknya mengekspresikan isi hati melalui goresan tangan di atas gaunnya tersebut. “My first idea that is original! This is all artwork courtesy of my first grade class! Who am I wearing? Room 219. Happy last day of school with my precious Picasso’s!” ujarnya sembari memamerkan hasil karya anak didiknya. 


Caranya yang unik tersebut tentu menyimpan makna yang dalam baginya. Kostumnya tersebut kini menjadi pakaian kesayangan yang akan terus menyimpan memorinya saat mengajar dulu. Lucunya, siapa sangka hasil goresan dari tinta warna-warni tangan-tangan kecil itu justru menghasilkan karya yang cantik dan artsy. “I’m also hopes to wear the outfit for big moments in the students’ lives as they continue through their educations,” tambahnya lagi.

Bagi Castlebury menjadi guru merupakan pekerjaan yang mulia. “So blessed to be a teacher. I hope each year my kids always know how loved and cherished they are by me…they become part of my family without even realizing how much they touch me on an hourly basis,” tutupnya.

(Elizabeth Puspa, Image: Berbagai Sumber)