Stay in The know

Intermezzo

Food Photographer Ini Ajarkan 10 Cara Terbaik Mengambil Foto Makanan Untuk Pemula

Food Photographer Ini Ajarkan 10 Cara Terbaik Mengambil Foto Makanan Untuk Pemula

Fellexandro Ruby membagikan ilmunya tentang pengambilan foto makanan yang benar agar layak dipamerkan di media sosial.

Belajar ilmu fotografi ternyata tidaklah sesulit yang Anda bayangkan selama ini. “Semua orang itu bisa belajar dunia fotografi, bahkan mereka yang sekalipun tidak mengenal dunia ini pasti bisa mengasah kemampuannya untuk mendapatkan hasil karya foto terbaik,” ujar Fellexandro Ruby, seorang Professional Food Photographer, saat ditemui GLITZMEDIA di wilayah SCBD, Jakarta Selatan.

Saat berbicara seputar pengambilan gambar terbaik, maka pikiran pertama kita tertuju pada adanya kamera profesional. Padahal, tidak semua orang memiliki fasilitas kamera yang mampu mengambil gambar dengan hasil tajam, indah, dan menarik. Menurut Ruby, Anda bisa menghasilkan foto makanan terbaik hanya dengan menggunakan kamera smartphone untuk nantinya dipamerkan pada Instagram Anda. 

Mari mempelajari 10 ilmu praktis dari Fellexandro Ruby, bagaimana mengambil foto makanan yang benar bagi Anda yang ingin belajar lebih dalam lagi—dijamin hasilnya keren, deh! 




'Berteman' Dengan Jendela

“Gunakan sinar matahari sebagai sumber cahaya alami, khususnya di pagi hingga siang hari. Anda tak perlu lagi menggunakan penerang tambahan, seperti lampu atau flash. Ambilah posisi dekat dengan jendela yang banyak terpapar sinar matahari untuk hasil yang maksimal.”


Teknik KKB

“Apa itu teknik KKB? KKB merupakan singkatan dari Kanan Kiri Belakang. Anda dapat mengambil gambar dengan jarak 9 cm dari arah kiri, 3 cm dari arah kanan, atau 12 cm dari arah belakang. Jarak tersebut dapat berubah, sesuai tingkat ketajaman dari cahaya yang didapatkan saat pengambilan gambar. Sebaiknya, hindari pengambilan gambar dari depan, karena akan membuat foto tersebut menjadi kurang menarik.”


Under Over

“Kamera smartphone akan jauh lebih baik jika sedikit gelap, dar pada harus diterangkan menggunakan flash. Nantinya, foto yang terlalu terang akan sangat sulit diedit hingga (berpotensi) menghasilkan warna yang (seperti) putih jika terlalu terang. Sebaliknya, saat kamera gelap, maka Anda dapat (lebih mudah) mengeditnya menjadi lebih terang, tanpa mengubah warna aslinya.”


Garis-Garis Cinta

“Jika Anda bingung, cobalah mengambil gambar secara landscape, kemudian tarik dua garis putus-putus dari arah vertikal maupun horizontal, hingga membentuk persegi panjang di tengahnya. Titik-titik pertemuan dari dua garis vertikal dan horizontal inilah yang dinamai dengan garis cinta. Anda dapat mengambil fokus atau objek utama yang diletakkan pada titik pertemuan tersebut.”


Memberikan Space

“Saat foto sebaiknya Anda memberikan space pada bagian atas, bawah, kanan, ataupun kiri gambar. Tujuannya, supaya ruang kosong tersebut dapat dilengkapi dengan tulisan saat waktu proses editing, seperti nama menu makanan, resep, dan sebagainya.”




Posisi Terbaik

“Anda harus tahu dari sisi mana foto tersebut dapat diambil. Carilah tempat atau objek yang cukup menarik perhatian. Jangan ragu untuk sesekali melakukan dekorasi ulang makanan untuk hasil yang maksimal.”


Topshot

“Pengambilan gambar terbaik untuk makanan sebenarnya paling tepat jika diambil dari atas, seperti foto minuman, kue, dan sebagainya. Namun, tidak semua makanan dapat diambil gambarnya dari posisi atas, contohnya seperti hamburger. Anda harus mengambilnya dari samping agar terlihat lezat dengan menampilkan irisan dagingnya.”


Nggak Yakin? Mendekatlah! 

“Jangan takut untuk mengambil gambar dari dekat. Justru gambar yang baik itu tidak boleh di-zoom. Pengambilan gambar dengan cara di-zoom akan mempersulit Anda saat proses editing dan membuat resolusi gambar menjadi pecah. Oleh karena itu lebih baik kita yang maju menghampiri objek tersebut.”


Pemilihan Menu

“Sebenarnya apapun menu yang dihidangkan tidaklah masalah, namun (yang lebih penting) bagaimana cara kita mengambil posisi untuk memoto menu tersebut. Carilah tempat dan tambahan objek yang mendukung gambar tersebut. Selain itu pilihlah beberapa peralatan yang berkaitan dengan objek, seperti kopi dengan cangkir, teh dengan sendok, dan sebagainya.”


Perhatikan Pengaturan 

“Pertama kenali smartphone Anda, mulai dari ketajaman kamera dan sebagainya (atur setting-annya). Kedua, jangan malas membersihkan lensa kamera. Selanjutnya, jangan mengambil gambar secara zoom-in, lebih baik di-crop. Terakhir, pastikan kamera telah fokus sebelum menjepretnya.”




(Elizabeth Puspa, Images: Instagram @captainruby)

You Might Also LIke