×

Stay in The know

Intermezzo

Etika Berkendara Saat di Jalan Raya yang Wajib Anda Tahu

Etika Berkendara Saat di Jalan Raya yang Wajib Anda Tahu
Elizabeth Puspa

Sat, 25 August 2018 at 19.27

Jangan bertindak seenaknya saat berada di jalan raya. Perhatikan etika berikut ini.

Durasi baca: 1 menit 20 detik.


Kasus debat pendapat di jalan raya tidak dapat dianggap sebelah mata. Emosi yang tidak stabil para pengendara membuat Anda lepas kontrol dan berujung pada hal di luar dugaan. Sebagai contoh, kasus yang menewaskan seorang korban pengendara motor di Solo akibat berdebat dengan seorang pengemudi mobil mewah. Peristiwa tersebut membuat Anda harus lebih paham akan pentingnya etika berkendara saat berada di jalan raya seperti peraturan berikut ini. 

(BACA JUGA: Tip Berkendara Aman Untuk Wanita)


GUNAKAN KLAKSON DENGAN BIJAK

Menurut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) klakson merupakan salah satu alat komunikasi antar para pengendara. Anda dianjurkan untuk memanfaatkan alat tersebut secara bijak dan menggunakannya pada situasi yang tepat. Supaya tidak menimbulkan polusi suara dan diterima dengan bagus oleh indra pendengar manusia, kekuatan bunyi harus sesuai dengan aturan, yakni paling rendah 83 desibel dan paling tinggi 118 desibel. Anda dapat membunyikan ketika terjadi rem mendadak atau situasi lainnya yang tidak sesuai dengan aturan berkendara. Jangan gunakan klakson untuk bermain-main atau aksi pertengkaran di jalan.


REM PADA WAKTU YANG TEPAT

Rem mendadak sering menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya. Hal tersebut sebenarnya dapat Anda minimalkan dengan kecepatan normal dan selalu siap untuk memegang rem. Pengemudi wajib memperlambat kendaraan jika, melewati angkutan umum yang sedang berhenti, melewati kendaraan tidak bermotor seperti hewan, hujan lebat atau genangan air, memasuki pusat kegiatan masyarakat, mendekati persimpangan atau perlintasan kereta api dan melihat pejalan kaki yang hendak menyeberang.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke