Stay in The know

Intermezzo

Dua Sisi Dalam Kontes Kecantikan

Dua Sisi Dalam Kontes Kecantikan

Ajang Penetapan Standarisasi kecantikan dan manfaatnya.

Durasi baca: 2 menit 10 detik


Begitu banyak penggemar kontes kecantikan internasional. Tetapi kalangan yang belum mengetahui manfaat kontes ini juga tidak sedikit. Kemunculan ajang pemilihan Miss World pada tahun 1951 menimbulkan persaingan prestise dengan kehadiran kontes kecantikan internasional lainnya yaitu  Miss Universe (1952), Miss International (1960), Miss Earth (2001), Miss Supranational (2009) dan Miss Grand International (2013). 


Indonesia merupakan salah satu negara yang aktif mengirimkan perwakilan ke kancah internasional dengan jumlah peserta yang terus meningkat. Hal tersebut menjadi bukti bahwa di balik eksistensi, kontes kecantikan internasional juga memiliki banyak manfaat baik untuk perwakilan negara, serta bangsa itu sendiri.


Menciptakan Standarisasi Kecantikan Konvensional

Kontes kecantikan secara tidak langsung menciptakan standar kecantikan konvensional yang berlebihan. Setiap tahunnya, perempuan bertubuh langsing, tinggi, berparas cantik dan terkesan glamor mengisi daftar finalis. Berbeda dalam industri mode, para desainer mulai mengusung konsep keragaman seperti memilih model berkulit gelap, bertubuh gemuk dan tak selalu tinggi. Menurut GLITZMEDIA.CO, hal tersebut justru menciptakan keindahan yang menghargai keberagaman.  


Mengeluarkan Biaya yang Sangat Besar

Proses pencarian perwakilan, pengiriman perwakilan dan kembalinya perwakilan tersebut mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Victory Mohamed, seorang pegeant coach, membagi perkiraan biaya untuk mengikuti Miss USA. Biaya ini dipergunakan untuk membeli gaun, pakaian renang, pakaian untuk wawancara, tata rias, pelatihan, hingga segala aksesorisnya. Besarnya antara $810 - $2,900 (sekitar 9,7 juta hingga 34,8 juta). Angka tersebut masih dalam lingkup satu negara. Biaya untuk kontes kecantikan internasional pasti jauh lebih besar—meskipun biasanya ada pihak sponsor yang membantu. 


Bikini yang Menuai Kontrovensi

Saat diadakan Miss World di Bali tahun 2013, babak penilaian bikini dihapuskan sebab adanya protes dari masyarakat. Saat itu, bikini dinilai tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang mengutamakan sopan santun. Kontroversi tentang penggunaan bikini tidak hanya terjadi di Indonesia. Finalis bernama Vida Samadzai dari Afghanistan sempat menggemparkan negaranya dengan berani mengenakan bikini di ajang Miss Earth.



Author:

You Might Also LIke