Stay in The know

Intermezzo

Dari 4 Tipe, Ada 2 Stalker di Media Sosial Yang Wajib Diwaspadai

Dari 4 Tipe, Ada 2 Stalker di Media Sosial Yang Wajib Diwaspadai

Jika pernah menguntit atau justru dikuntit, Anda wajib mengenal 4 tipe stalker yang umumnya ada di media sosial. 

Apakah Anda sering melakukan investigasi kecil (baca: kepo) terhadap profile milik orang lain melalui media sosialnya? Rasa penasaran pada gebetan hingga mantan pacar membuat Anda ingin tahu kehidupannya lebih banyak. Sebaliknya, adakah Anda merasa tak nyaman karena memiliki penguntit (stalker)? Ini pun membuat Anda terbatas ketika menggunggah sesuatu hal, hingga mengubah setting akun media sosial menjadi private mode. 

Berdasarkan kebutuhan dan aksinya, stalker diklasifikasikan dalam beberapa tipe. Rosemary Purcell, Psikolog dan Acting Director of Research (Development and Operations), menjabarkan beberapa perbedaan sifat dan tipe dari para stalker yang kerap kali dijumpai di dunia media sosial. 


The Rejected Suitor

Tipe yang pertama ini biasa dialami oleh pasangan yang baru saja putus. Mereka umumnya belum bisa menerima keadaan dan masih ingin mencari tahu penyebab pasti kandasnya hubungan. Selain itu The Rejected Suitor biasanya menyimpan rasa curiga karena takut orang yang dikasihinya selingkuh atau berbuat sesuatu yang menyimpang. “Described as mostly men who have been intimate with a woman but react badly to the end of the relationship,” ungkap Rosemary.


The Intimacy Seeker

Stalker tipe ini merupakan kumpulan orang-orang yang biasanya sedang dalam tahap pendekatan. Mereka akan mencari tahu lebih dulu siapa latar belakang dari pria ataupun wanita idamannya sebelum memutuskan masuk ke tahap yang lebih serius. The Intimacy Seeker sengaja melakukannya sebagai bentuk pembuktian dari sikap asli seseorang agar tak merasa tertipu. Hal ini juga bisa berlaku untuk mereka yang ingin menjalin kerja sama dengan seseorang yang baru dikenal hingga mengetahui karakter calon karyawan dalam sebuah pekerjaan. “They just want a date, they just want to meet a woman and don't have the social skills to successfully do that, so they basically embark on stalking,” tambah Rosemary.




The Resentful Stalker

Tipe yang satu ini merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki niat jahat terhadap target sasarannya. Biasanya mereka mencari tahu informasi—khususnya keburukan—dari korbannya. Setelah itu The Resentful Stalker akan membeberkan seluruh rahasia korban yang jarang diketahui oleh orang-orang. Hal ini biasanya dialami oleh mereka yang memiliki persaingan di lingkungan pekerjaan, bisnis, bahkan teman masa SMA atau kuliah dulu. “They are often seeking revenge and to punish the person. Most often occurs at the workplace, but can be neighbours or road rage incidents gone awry,” jelas Rosemary.


The Predator

Inilah tipe terakhir yang paling mengancam ketenangan seseorang. Mereka biasanya sengaja membuat satu akun baru dengan nama yang sama dengan korban, namun disertai profile yang bertolak belakang dari si korban. Para ‘predator’ akan mulai mencari korban dengan melakukan pengenalan melalui chatting, hingga akhirnya menjadi akrab, dan memutuskan untuk bertemu. Predator umumnya ditemui pada kasuk pemanfaatan anak-anak untuk diberdayakan—diculik dan diperdagangkan. Sangat mengerikan! “The predatory stalker is by far the most dangerous and determined. This type of stalker is motivated by a perverted sexual need,” tegas Rosemary. 

(Elizabeth Puspa, Images: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke