Stay in The know

Intermezzo

Cerita dan Makna di Balik Veil Putih Pengantin

Cerita dan Makna di Balik Veil Putih Pengantin

Tak hanya mempercantik dan membuat seorang menjadi anggun, namun ada makna besar di baliknya.

Durasi baca: 1 menit


Ketika seorang perempuan hendak menikah, ia tentu berpikir untuk mengenakan busana pengantin yang tepat untuk tampil bak ratu sehari di hari istimewa. Biasanya, ia akan memilih untuk mengenakan busana tradisional sesuai dengan daerah sang perempuan atau sang laki-laki berasal. 


Jika ingin lebih praktis, calon mempelai perempuan akan bersepakat untuk mengenakan busana pengantin a la Barat, lengkap dengan veil.

(BACA JUGA: Benarkah Pernikahan dapat Mencegah Depresi)


Berbicara tentang kerudung panjang yang seringkali dikenakan oleh pengantin perempuan, pernahkah terbersit di pikiran Anda tentang fungsi utama kerudung atau veil tersebut?


Dilansir dari laman vogue.com, kerudung pengantin perempuan pertama kali dikenakan oleh mereka yang menikah di Roma, Italia pada zaman Romawi. Namun, busana pengantin pada masa itu tidaklah berwarna putih melainkan berwarna merah menyala.


Warna tersebut bertujuan untuk menakut-nakuti roh jahat yang dipercaya sering mengganggu orang yang akan menikah. Kerudung yang panjang pun sengaja dibuat agar menyulitkan pengantin perempuan untuk melarikan diri, akibat godaan iblis.


Tidak hanya itu, penggunaan kerudung yang digunakan pengantin perempuan sekaligus dipercaya untuk menghindari kesialan yang akan menghampiri pasangan pengantin sebelum diserahkan kepada pengantin laki-laki. 

(BACA JUGA: 5 Desainer Busana Pengantin Tradisional)


Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan gaun dan veil berwarna merah berganti dengan warna putih. Ratu Victoria merupakan orang pertama yang mengenakan gaun pengantin nuansa putih. Alasannya sangat sederhana yaitu karena ia sangat menyukai warna putih. 


Ketika gaun putih dikenakan oleh Ratu Elizabeth I, gaun pengantin warna putih pun dikaitkan sebagai lambang kesucian. Sang Ratu memakai gaun putih di lukisan dirinya yang terkenal, untuk mengenang kekasihnya yang meninggal. Untuk alasan tersebut, ia memutuskan untuk tidak menikah dan dikenal sebagai “Virgin Queen”.


Inilah yang kemudian diyakini  oleh pasangan yang akan menikah. Penggunaan gaun putih merupakan lambang kesucian dan kesetiaan seseorang yang diberikan khusus pada orang tersayang untuk menikah sehidup semati.


(Anggia Hapsari, foto: Pexels.com/ Pixabay/ Lina Kivaka) 

   



Author:

You Might Also LIke