THE BLACK LABEL

Agensi dan label hip-hop Korea Selatan yang juga punya banyak penggemar adalah The Black Label. The Black Label merupakan agensi dan label yang merupakan sub label dari agensi raksasa YG Entertainment.


The Black Label didirikan oleh dua produser YG Entertainment yakni Teddy dan Kush pada tahun 2015.  Kepopuleran The Black Label tidak perlu diragukan lagi terutama di kalangan penggemar KPOP.


Karena berada di bawah naungan YG Entertainment, para produser di The Black Label seringkali menjadi otak di balik kehebatan album artis-artis YG Entertainment. Mulai dari BIGBANG hingga BLACKPINK. 


Namun, The Black Label sendiri juga punya beberapa penyanyi yang ada di bawah naungannya. Seperti Zion.T, Okasian, Vince, dan Somi. Selain penyanyi, The Black Label juga dikenal sebagai rumah untuk banyak produser musik ternama Korea Selatan.


Selain Teddy dan Kush, adapula R. Tee, Peejay, 24, Danny Chung, dan masih banyak lagi. Namun, kini The Black Label tidak hanya fokus pada dunia musik. Tetapi bidang lain yakni model. Mulai dari model cilik sampai dewasa, seperti Ella Gross, Lee Jum Yong, dan Heo Jae Hyuk.


H1GHR MUSIC

Agensi hip-hop Korea Selatan terakhir yang juga tidak perlu diragukan kekuatannya adalah H1GHR MUSIC (baca: higher music). Dibandingkan dengan agensi lainnya, H1GHR MUSIC bisa dibilang adalah yang paling bungsu.


H1GHR MUSIC adalah sub agensi dan label company yang didirikan oleh Jay Park bersama dengan produser Cha Cha Malone pada tahun 2017. Ketika diwawancarai, Park mengungkapkan alasan mengapa ia mendirikan label baru, sedangkan ia sendiri sudah punya label hip-hop yakni AOMG.


“Awalnya aku memiliki sekitar sepuluh nama musisi yang ingin aku rekrut untuk AOMG. Tapi setelah melakukan beberapa pertimbangan dan diskusi dengan tim, akhirnya aku memutuskan untuk mendirikan label musik baru. H1GHR MUSIC tidak hanya rumah bagi rapper atau musisi Korea Selatan saja. Tetapi juga musisi dan rapper dari kampung halamanku di Seattle. Karena di sana banyak sekali rapper dan musisi yang bagus tetapi tidak mendapat tempat,” tuturnya. 


Popularitas rapper dan musisi yang ada di bawah naungan H1GHR MUSIC tidak kalah jika dibandingkan dengan rapper dan musisi di AOMG. Sebut saja nama-nama seperti pH-1, HAON, Sik-K, Woodie Gochild, Mokyo, Ted Park, Woogie, Yultron, sampai Groovy Room.


Salah satu digital platform bernama Dingo, bahkan beberapa kali menggandeng H1GHR MUSIC untuk bekerja sama dengan membuat banyak konten kolaborasi. Termasuk sebuah proyek musik, yakni perilisan single berjudul "Iffy" pada tahun 2017 dan  “Giddy Up” pada tahun 2019 lalu.




(Andiasti Ajani, foto: tv-japan.net, k.sina.cn, koreaboo.com, billboard.com, baomoi.com)