Ibtihaj Muhammad berhasil memboyong medali Perunggu dalam cabang olahraga anggar di Olimpiade 2016.

Olimpiade 2016 tengah berlangsung di Rio de Janero, Brazil saat ini. Tak hanya pertandingannya yang patut disimak, namun kompetisi olahraga inipun menyimpan banyak cerita menarik di dalamnya. Salah satunya datang dari cabang olahraga anggar. Tahun ini, untuk pertama kalinya Amerika Serikat mengirimkan atletnya yang menggunakan hijab. Ia adalah Ibtihaj Muhammad.

Tentunya kesempatan ini tak disia-siakan olehnya. Bersama dengan timnya—Dagmara Wozniak, Mariel Zagunis, dan Monica Aksamit—wanita Muslim berusia 30 tahun ini berhasil memboyong medali Perunggu pada 13 Agustus 2016 lalu. Selain memberikan kebanggaan pada warga Amerika Serikat, ia pun menjadi bukti bahwa Negeri Paman Sam tersebut membuktikan komitmennya untuk memberikan hak bersuara pada seluruh warganya, tak terkecuali umat Muslim.

“A lot of people don’t believe that Muslim women have voices or that we participate in sport,” ujar Ibtihaj pada 8 Agustus 2016, sebelum ia bertanding. “And it’s not just to challenge misconceptions outside the Muslim community, but within the Muslim community. I want to break cultural norms,” lanjutnya, dilansir dari situs Usmagazine.com.

Ia pun menambahkan bahwa momen ini tak hanya dimanfaatkannya untuk kemenangan semata, namun juga membuktikan bahwa Muslim—sebagai kaum minoritas di Amerika Serikat—pun dapat memberikan kebanggaan tersendiri bagi negara Adi Daya tersebut. “It’s a blessing to represent so many people who don’t have voices, who don’t speak up, and it’s been a really remarkable experience for me,” tutup wanita yang sudah bergabung dalam tim nasional Amerika di cabang Anggar sejak 2010 silam.

So, congratulation for the medal, Ibtihaj!

(Shilla Dipo)