×

Stay in The know

Events

Tantangan Interni Asia kepada Desainer Mode dan Interior Indonesia

Tantangan Interni Asia kepada Desainer Mode dan Interior Indonesia
Anggia Hapsari

Sun, 22 September 2019 at 09.02

Inilah hasil kolaborasi seni para desainer Indonesia saat menggunakan material kain dari Interni Asia. 

Durasi baca: 1 menit 


Desain interior sebuah ruangan perlu didominasi dengan permainan bahan kain pada sofa, meja, wallpaper, hingga gorden yang menawan. 


Hal ini dinilai oleh Interni Asia, yang dikenal oleh berbagai desainer interior tanah air sebagai salah satu distributor yang membawa beberapa nama besar dalam dunia interior fabric. Sebut saja Robert Allen, Rubelli, Dedar, Armani/Casa, James Hare, Jim Tompson, dan masih banyak lagi.

(BACA JUGA: Vastuhome Maroso)


Untuk menandai hari jadi yang ke-25 sekaligus menandai perayaan rasa syukur, Hireka Vitaya, Founder Interni Asia, memberi tantangan kepada desainer fashion dan desainer interior Indonesia untuk berkreasi dengan berbagai bahan dari Interni Asia. Mereka ditantang untuk berkreasi dengan tema “Divine Touch, 25 Years of Weaving Luxury”. 

(BACA JUGA: Inspirasi Ruang Keluarga dengan Desain Hangat)


Lima desainer mode yang berkolaborasi dengan Interni Asia adalah Sebastian Gunawan, Didi Budiardjo, Eddy Betty, Adrian Gan dan desainer fashion art accessories Rinaldy A. Yunardi. Menurut GLITZMEDIA.CO hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. 


Pasalnya, kain yang digunakan untuk membuat suatu busana tentunya tidak sama dengan kain yang digunakan untuk membuat suatu produk interior. Apalagi dengan berbagai motif yang dihadirkan oleh material kain khusus interior. 


Kekhawatiran ini pun diperkuat oleh Eddy Betty, selalu desainer ternama Indonesia yang ikut berkolaborasi dengan Interni Asia. Perbedaan kain untuk interior dan pakaian terletak pada komposisi dan motif. 


Motif untuk interior biasanya berukuran besar sedangkan untuk pakaian lebih kecil. Salah memilih motif, dapat menghancurkan model busana.


KOLABORASI YANG MENAWAN


Tapi ternyata, kekhawatiran GLITZMEDIA.CO terpatahkan dengan hasil yang dipersembahkan oleh para desainer Indoneia tersebut. Interior fabric Rubelli dan Dedar di tangan mereka berubah menjadi bahan kain adi busana yang ekspresif dan sangat memesona. 


Bahan kain ini ternyata pernah juga mewujudkan busana dalam Games of Throne. Kelima desainer mode ini merancang gaun malam yang begitu menawan dan dipamerkan di gedung Interni Asia yang terletak di area Kebayoran baru, Jakarta Selatan.


Sementara itu, Thomas Elliott, Sammy Hendramianto, Agam Riadi, Prasetio Budhi dan Shirley Gouw adalah lima desainer interior yang sudah sejak lama mendukung Interni Asia. 


Kali ini mereka menghadirkan instalasi yang mengekspresikan intepretasi mereka terhadap bahan kain dan wallpaper dari Jim Thompson yang baru saja menjadi mitra Interni Asia. 


Harapan saya karya-karya desainer mode Tanah Air ini mampu memberikan inspirasi dan sekaligus menjadi bukti bahwa fabric yang tadinya hanya diperuntukkan untuk interior telah memiliki kualitas yang sangat tinggi dan mampu merepresentasikan sebuah cita rasa dan gaya hidup,” jelas Ibu Hireka Vitaya, Founder Interni Asia.


Selanjutnya, ia pun menjelaskan bahwa berbagai produk yang ditampilkan oleh para desainer mode dan interior tersebut nantinya akan dilelang dan hasilnya disumbangkan bagi kegiatan sosial. 

(Anggia Hapsari, foto: Interni Asia)



You Might Also LIke