×

Stay in The know

Events

Sutradara Garin Nugroho Siap Pentaskan Pertunjukkan Tari Bertajuk ‘Planet – Sebuah Lament’

Sutradara Garin Nugroho Siap Pentaskan Pertunjukkan Tari Bertajuk ‘Planet – Sebuah Lament’
Andiasti Ajani

Wed, 18 December 2019 at 14.04

Pertunjukkan ini akan digelar selama dua hari pada 17-18 Januari 2020 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Durasi baca: 55 detik.


Salah satu sutradara terbaik yang dimiliki oleh Indonesia yakni Garin Nugroho, sepertinya tidak bisa terus duduk diam di kursi kebanggaannya. Baru saja membawa pulang Piala Citra pada ajang Festival Film Indonesia beberapa waktu lalu, laki-laki kelahiran Yogyakarta ini kembali melahirkan sebuah karya.


Bukan, bukan film. Kali ini Garin kembali menunjukkan kebolehannya dalam menggarap sebuah pertunjukkan seni yang fokus pada tari-tarian bernama ‘Planet – Sebuah Lament’. Pertunjukkan ‘Planet – Sebuah Lament’ bercerita tentang ratapan alam yang perlahan rusak karena keserakahan manusia.


“Lewat pertunjukkan ini akan diceritakan kondisi Bumi ketika dipenuhi benda-benda perusak lingkungan yang kemudian berevolusi menjadi monster yang tidak pernah mati,” tutur Garin Nugroho saat ditemui di momen konferensi pers.


Garin mengungkapkan alasan mengapa ia memilih tema lingkungan hidup sebagai dasar ide pertunjukkannya kali ini. Katanya, isu kesehatan lingkungan masih akan menjadi topik serius tahun 2020. Sehingga ia memutuskan untuk memilih tema tersebut.


Kata lament yang juga menjadi judul dari pertunjukkan ini, merupakan jelmaan dari doa dan kebangkitan yang harusnya dialami oleh semua orang ketika tahun berganti. Garin juga mengatakan bahwa ia akan berkolaborasi dengan perupa asal Yogyakarta yakni Samuel Indratma sebagai konseptor visualnya.

(BACA JUGA: Kembali Pentaskan ‘J.J Sampah-Sampah Kota’, Teater Koma Gelar Pertunjukkan Selama 10 Hari)




Nantinya, semua adegan akan dinarasikan lewat nyanyian paduan suara yang akan menjadi kekuatan narasi serta ekspresi pertunjukkan. Saat konferensi pers, Garin juga menunjukkan beberapa potong adegan yang nantinya akan dipertunjukkan tahun depan.


Diperankan oleh tiga orang penari, ketiganya berperan sebagai monster yang lahir akibat ulah manusia. Setiap gerakan yang tercipta dari tiap penari merupaka ekspresi dalam yang berbeda-beda.


Meski begitu Garin mengaku bahwa koreografi pertunjukkan ini mengusung tema Melanesia. Sehingga Garin mengombinasikan elemen pergerakan tubuh dari tradisi Nusa Tenggara Timur hingga Papua. Adapun dua koreografer yang bergabung dalam proyek ini adalah Otniel Tasman dan Boogie Papeda.


“Nantinya saat pertunjukkan akan ada lima penari yang tampil. Mereka adalah Douglas dan Pricillia EM Rumbiak dari kelompok tari hip-hop D’Krumpers, Bekham Dwaa, Boogie Papeda, dan yang spesial adalah Rianto. Rianto sendiri adalah sosok penari yang ada di balik cerita film Kucumbu Tubuh Indahku,” ujar Garin.


Pertunjukkan ‘Planet – Sebuah Lament’ akan diselenggarakan selama dua hari yakni mulai dari tanggal 17 dan 18 Januari 2020 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Bagi Anda yang ingin menyaksikan pertunjukkan ini, bisa langsung mendapatkan tiketnya loket.com dan Go-Tix.


Tiket sendiri dijual dalam beberapa kategori, mulai dari bronze seharga IDR 250 ribu hingga platinum di harga IDR 1 juta. Meskipun nantinya para penari yang tampil di pertunjukkan hari pertama dan kedua adalah orang yang sama, tapi Anda yang menyaksikan pasti mendapat experience yang sangat berbeda.


Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tari-tarian yang muncul adalah kontemporer. Sehingga, semua gerakan yang tercipta akan sulit untuk diingat dan diulang. Karena itulah Anda yang menyaksikan pertunjukkan di hari pertama dan kedua akan mendapat pengalaman dan seakan menyaksikan pertunjukkan yang berbeda.




(Andiasti Ajani, foto: dokumentasi image dynamics)

You Might Also LIke