Perawatan Sapi Perah

Sejak didirikan pada tahun 1997 oleh Edgar Dowse Collins, Greenfields mengklaim dirinya sebagai perusahaan yang memiliki komitmen tinggi memberikan dairy-products terbaik untuk Indonesia. Hal tersebut didukung dengan inovasi, teknologi, dan sistem yang diperlihatkan dari cata mereka merawat sumber awal susu—sapi-sapi perah. 

“Kami menerapkan prinsip happy cow. Jadi bukan hanya manusia yang mau senang, sapi pun demikian. Sapi yang senang dan memiliki fasilitas nyaman, maka mereka akan menghasilkan susu berkualitas tinggi dengan kuantitas yang melimpah,” ujar Heru Prabowo, selaku Head of Dairy Farm PT Greenfileds Indonesia.



GLITZMEDIA.CO pun membuktikan pernyataan tersebut. Saat menelusuri setiap kandang sapi, jarang sekali kami melihat kerumunan lalat yang menghinggapi hewan ternak tersebut. Semua kandang didesain sangat detail dengan memperhatikan kebersihan dan sirkulasi udara yang sehat. Pemberian makanan untuk sapi perah pun tidak sembarangan. Kandungan makanan diolah dari campuran rumput, jagung, protein, vitamin, dan beberapa pangan lainnya, yang kemudian disimpan dalam gudang penyimpanan khusus. 

Tak berbeda dengan manusia, sapi-sapi di sana juga diwajibkan melakukan pedicure. Pada waktu khusus, para petugas akan memeriksa semua sapi guna melakukan pemotongan dan perawatan kuku. Sapi berdiri bukan menggunakan telapak seperti manusia. Tumpuan tubuh mereka rupanya berpijak pada kuku, yang jika dibiarkan panjang sapi dapat menjadi pincang dan memerlukan penyembuhan secara intensif. Semua sapi yang sakit akan dipisahkan dari sapi yang sehat, untuk menghindari terjadinya kontaminasi virus di antara mereka.   



Proses Pemerahan Susu Sapi

Satu per satu sapi tersebut menunggu antriannya untuk diperah. Baik buruknya susu sapi yang diperah tergantung dari kualitas tidurnya. Semakin panjang durasi tidur seekor sapi, maka semakin baik kualitas susunya dan semakin banyak pula hasil perahannya.  

Sapi yang masuk dalam kandang pemerahan akan mendapatkan sterilisasi ambing—puting sapi—sebelum diperah. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya bakteri dan terjadinya infeksi pada ambing mereka. Sapi yang diperah biasanya sudah berusia 13 bulan ke atas dan telah melahirkan anak. 

Cara memerahnya tentu saja tidak manual. Alat pemerah (sejenis selang) dipasangkan pada empat ambing sapi dan akan terlepas dengan sendirinya jika susu sapi telah habis. Selanjutnya susu tersebut akan mengalir langsung menuju selang pemrosesan susu sapi.