×

Stay in The know

Events

Rayakan Keindahan Arti Sebuah Nama Untuk Melawan Verbal Bullying

Rayakan Keindahan Arti Sebuah Nama Untuk Melawan Verbal Bullying
Saskia Damanik

Wed, 13 January 2016 at 06.18


Tanda disadari, kita mungkin memiliki julukan tertentu bagi teman-teman. Memang, panggilan tersebut kadang memang ditujukan untuk mengakrabkan. Namun, Anda tak pernah tahu apa yang sebenarnya dirasakan oleh si pemilik nama. Menyadari fenomena yang disebut name calling tersebut, COCA-COLA bersama SudahDong meluncurkan kampanye “Rayakan Namamu”, yang membawa misi untuk menyadarkan masyarakat akan keindahan makna dari sebuah nama.

“Sejak pertengahan tahun lalu, Coca-Cola tengah menghadirkan berbagai inisiatif yang menginspirasikan cara-cara unik dan menyenangkan untuk mempererat hubungan antar manusia lewat perayaan makna sebuah nama. Sekarang, kami ingin meneruskannya menjadi gerakan positif yang lebih mendalam dengan merayakan keindahan makna sebuah nama. Kita dapat mengingatkan sesama kita untuk melawan praktek pemberian nama julukan yang sering kali tanpa disadari menjadi bagian dari bentuk verbal bullying,” ujar Suryanto Gunawan, Marketing Manager Coca-Cola Indonesia pada tanggal 13 Januari 2016.

Berbicara verbal bullying, pendiri komunitas SudahDong memaparkan data dari UNICEF tentang kondisi yang memprihatinkan dari bentuk bullying ini. “Dari data UNICEF terdapat 50% anak melaporkan mengalami bullying di sekolah dan berakhir dengan penurunan prestasi, bahkan drop-out. Kami yakin, ini tak bisa didiamkan dan perlu gerakan aktif dari masyarakat untuk perubahan yang lebih baik,” ucap Kathayana Wardhana pendiri SudahDong.


Dalam acara yang berlangsung di Ogilvy & Mathers, Sentral Senayan III Jakarta ini, hadir psikolog klinis Liza Marielly Djaprie menjelaskan, “Bullying dapat terjadi di mana saja, baik di sekolah, lingkungan sekitar, bahkan rumah dan keluarga. Name calling sendiri makin marak terjadi saat ini di kalangan masyarakat karena belum adanya kesadaran yang kuat dari masyarakat untuk menanggulangi hal tersebut.”

Ternyata, banyak korban nyata dari tindakan name calling terjadi di lingkungan masyarakat. Hal ini ternyata juga dialami oleh artis Indonesia, Giring Ganesha, Muhammad Tulus, dan Tatjana Saphira. “Papa saya berkebangsaan Kroasia dan beliau memberi nama dengan cara membacanya ‘Tatiana’. Banyak teman-teman yang memanggil saya dengan cara pelafalan yang salah dan kadang mereka sengaja menyalahkan hal tersebut. Sejujurnya, hal itu sangat menganggu,” cerita Tatjana.

“Nama Giring Ganesha adalah pemberian bapak saya dimana beliau dulunya seorang wartawan. Giring sendiri diambil dari nama salah seorang tokoh agama Islam di Indonesia sementara Ganesha berarti gajah yang kokoh, bijaksana, kuat dan sebagainya,” cerita vokalis band Nidji ini yang mengaku memiliki nama unik. “Saya sendiri bukan nama Tulus yang menjadi masalah. Namun dari kecil, saya sering dipanggil gajah. Karena itu, saya menuliskan pengalaman tersebut dalam lagu berjudul Gajah,” cerita pelantun Diorama ini.

Kisah ini pun dialami oleh Risty, Rizna, dan Rio yang memiliki nama panggilan tersendiri. Kisah mereka pun terungkap melalui video yang sangat menyentuh dan mengharukan. Video tersebut nantinya akan disiarkan secara luas untuk menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai penutup, Suryanto menjelaskan bahwa kampanye “Rayakan Namamu” merupakan program penutup dari “Share a Coke” yang diadaptasi dari kampanye global Coca-Cola. Anda dapat berpartisipasi dalam kampanye ini dengan mengganti profil avatar sosial Anda dan membagikan dukungannya melalui twibbon ke profil Facebook dan Twitter Anda dengan mengakses cokeurl.com/rayakannamamu. Anda pun dapat berbagi makna nama Anda di website Coca-Cola di cokeurl.com/shareacokeid.

Jadi, tahukah apa arti dan kisah di balik nama Anda? Rayakan nama Anda, sekarang.

(Shilla Dipo, Images: Dok. Coca-Cola Indonesia)

You Might Also LIke