Stay in The know

Events

Menjadi Peneliti Merupakan Profesi Menjanjikan Untuk Para Wanita Indonesia

Menjadi Peneliti Merupakan Profesi Menjanjikan Untuk Para Wanita Indonesia

Tak hanya cerdas, menjadi seorang peneliti berarti Anda telah membantu bangsa ini untuk maju lebih baik.

Setelah sukses berkolaborasi lebih dari 10 tahun, L'ORÉAL Indonesia dan Komite Nasional Indonesia Untuk UNESCO (KNIU), kembali menggelar acara bincang-bincang bersama 4 wanita cerdas dari beragam generasi. Keempat wanita tersebut adalah Prof. Dr. Herawati Sudoyo MD, PhD, Sastia Prama Putri, Mita Putri Indrayanti, dan Mirasstity Akacia Putri. Kehadiran mereka sebagai pembicara tentu memiliki alasan cukup kuat. Keempat wanita ini merupakan salah satu ikon milik bangsa yang mampu melambungkan nama Indonesia di mata dunia dalam bidang ilmu pengetahuan (sains).

Dengan mengusung tema yang bertajuk “Regenerasi Perempuan Peneliti Untuk Indonesia Yang lebih Baik”, L'Oréal mengajak para wanita dan pengajar agar kembali meningkatkan minat, perhatian, serta partisipasi mereka. Tujuannya adalah untuk menyadari bahwa pekerjaan menjadi seorang ilmuan atau peneliti merupakan profesi yang menguntungkan, baik untuk diri sendiri maupun kemajuan bangsa.


Sayangnya, jumlah perempuan yang berminat dalam bidang ini masih sangat minim. “Sangat disayangkan bahwa meskipun kita hidup di era modern yang dapat memberikan kesempatan lebih untuk mahasiswa. Masih sedikit angka perempuan yang menempuh pendidikan tinggi dan memilih karier di bidang sains,” ujar Prof. Dr. Herawati, selaku Wakil Direktur Penelitian Lembaga Eijkman.

Melihat kondisi ini, pemerintah maupun swasta tak dapat tinggal diam. Prof. Dr. Arief Rachman Mpd, selaku Ketua Harian KNIU Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan—Kemendikbud—pun turut angkat bicara. Ia beranggapan bahwa peranan para pengajar, khususnya guru di tingkat SMP hingga SMA sangatlah penting. “Saat mengajar, sebaiknya ciptakanlah suasana menyenangkan dan nyaman ketika mereka mengajari ilmu sains. Cara ini mampu meningkatkan semangat serta memunculkan ketertarikan mereka menjadi seorang peneliti nantinya”.

Oleh karena itu, Anda tak perlu lagi minder atau takut bersaing dengan para pria yang telah lebih dulu terjun dalam profesi ini. Sebagai ibu dan seorang peneliti, Sastia menambahkan, “Menjadi perempuan peneliti itu hebat, karena ditengah kesibukan pekerjaan, kita masih mampu mengurus suami dan anak. Selain itu, Anda tak hanya memberikan kontribusi untuk negara ini, tetapi juga kecerdasan yang Anda miliki mampu ditularkan kepada sang buah hati kelak,” tutup Sastia.

(Elizabeth Puspa, Images: GLITZMEDIA.CO)

Author:

You Might Also LIke