Stay in The know

ads

Events

Kampanye #ChangeTheNumber Mengajak Para Wanita Memilih Karier Sebagai Seorang Ilmuwan

Kampanye #ChangeTheNumber Mengajak Para Wanita Memilih Karier Sebagai Seorang Ilmuwan

Para wanita, inilah saatnya Anda mendominasi lapangan pekerjaan sebagai seorang ilmuan agar tak kalah dengan para pria.

Ketidaksetaraan gender antara wanita dan pria kini perlahan-lahan memudar. Peran wanita dalam dunia karier di tanah air ini sudah mendapatkan pengakuan yang hampir sama dengan para pria. Meskipun begitu, beberapa bidang pekerjaan masih banyak didominasi para pria. Salah satunya minimnya jumlah wanita dalam industri ilmu pengetahuan alam atau sains. 

Menurut data LIPI, jumlah peneliti atau ilmuwan di Indonesia saat ini hanya sekitar 90 orang dari 1 juta penduduk, sementara itu data UNESCO mengatakan jika ilmuan wanita hanya 30:70 di mana dominasi pria lebih tinggi. Angka ini menunjukkan dengan jelas bahwa kesetaraan gender dalam bidang sains masih mengalami kerenggangan yang cukup jauh. 

Kondisi ini akhirnya membuat salah satu produk kosmetik terbesar L’ORÉAL PARIS Indonesia kembali menggelar diskusi terbuka bersama awak media di DBS Bank Tower, Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut, Melanie Masriel, selaku Head of Communication PT L’Oréal Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengajak para wanita berani terjun dalam dunia sains.


“Kami percaya bahwa dunia membutuhkan sains, khusunya para ilmuan wanita. Kami ingin kembali memperkenalkan sebuah kampanye digital yang diusung oleh L’Oréal Foundation, bertajuk “#ChangeTheNumber”. Tujuan dari kampanye ini sendiri untuk mengubah persepsi publik terhadap perempuan di bidang sains agar mereka menjadi tertarik dan memilih karier untuk menjadi seorang peneliti atau ilmuan,” ujar Melanie kepada GLITZMEDIA.CO dan awak media lainnya.

Pada waktu yang bersamaan, 6 Oktober 2016 lalu, Melanie juga memperkenalkan enam gagasan dalam “Manifesto For Woman in Science”. Pertama, mendorong generasi perempuan muda mengembangkan minat dan karier di bidang sains. Kedua, mendobrak segala rintangan yang menghalangi ilmuan perempuan dalam meniti karier di bidang sains, dan ketiga, membuka selebar-lebarnya akses bagi ilmuan perempuan untuk menduduki posisi senior dan pucuk pimpinan di dunia sains.


Selanjutnya, Manifesto For Woman in Science juga berikan gagasan untuk mengangkat profil perempuan peneliti terkait kontribusinya terhadap kemajuan sains dan perkembangan masyarakat. Memastikan tercapainya kesetaraan gender melalui partisipasi dan kepemimpinan pada simposium maupun kegiatan ilmiah lainnya, dan terakhir memfasilitasi, memonitoring, dan jejaring bagi peneliti muda untuk memudahkan perencanaan dan pengembangan karier sesuai aspirasinya.

Keenam Manifesto For Woman in Science tersebut diharapkan dapat menjadi landasan awal bagi para wanita untuk mendukung anak-anaknya kelak memiliki ketertarikan dan ingin terjun ke dunia sains dan memilih menjadi seorang ilmuan. Negara ini membutuhkan bantuan tangan-tangan ilmuwan untuk membuatnya lebih maju dan mampu bersaing dengan peneliti dari negara-negara lain. “Anda dapat turut berpatisipasi dalam kampanye kami dengan membuka www.FWIS.fr untuk mendukung perubahan, demi mencerdaskan negara kita,” tutup Melanie. 

(Elizabeth Puspa, Image: GLITZMEDIA.CO, L'OREAL INDONESIA)

You Might Also LIke