Dirgahayu bangsaku, dirgahayu Indonesia-ku!

Ya, tepat esok, 17 Agustus 2015 bangsa Indonesia berulangtahun ke-70. Untuk sebuah negara, ini adalah usia yang belum tua. Ini adalah usia yang matang untuk menjadikan negeri ini semakin baik lagi. Namun terkadang, masih ada masyarakat Indonesia yang tak lagi optimis akan kemajuan negeri yang sungguh berpotensi ini. Fokusnya bukan mencari siapa, tetapi menunjuk diri sendiri untuk mengubah mindset dan berbuat prestasi untuk tanah air ini. 

Seorang mantan Atase Militer Indonesia, Partono Karnen, S.H., pernah mengemukakan bahwa kekuatan bangsa ini adalah persatuan dan kesatuan. Jika bangsa ini terus mengokohkannya, maka Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat—menggetarkan dunia. Apakah Anda siap untuk berkontribusi dalam memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia?

Pada perayaan HUT RI ke-70 ini, Glitz Media mencoba merangkum tujuh pesan dari ketujuh Presiden Republik Indonesia. Ketujuh pesan ini tak hanya untuk Anda renungkan, namun juga dijadikan inspirasi agar Anda dapat memberikan kontribusi terbaik bagi kemerdekaan utuh bangsa ini. 



Ir. H. Soekarno

“Negara Republik Indonesia ini bukan milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu suku, bukan milik suatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua, dari Sabang sampai Merauke.”



Jenderal Besar TNI (Purn.) H. M. Soeharto

“Kemuliaan terbesar kami (Indonesia) adalah tidak pernah jatuh. Tetapi meningkat (bangkit) setiap kali kita jatuh.”



Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. B.J. Habibie

“Kegagalan hanya terjadi kalau kita menyerah.”



K. H. Abdurrahman Wahid

“Marilah kita bangun bangsa dan kita hindarkan pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejarahan kita yang tidak boleh kita lupakan sama sekali!”



Hj. Megawati Soekarnoputri

“Berhenti pesimis pada negeri ini. Kita kembalikan harga diri dan kehebatannya!”



Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono

“Apapun agama, suku, etnis, dan asal daerahnya. Kita satu bangsa, Indonesia.”



Ir. H. Joko Widodo

“Republik ini sejatinya bukan sebuah negara yang dibangun untuk satu golongan ataupun beberapa kelompok saja. Republik ini membutuhkan persatuan, kebersamaan, gotong royong dari berbagai elemen bangsa.”


Nah, tunggu apalagi, Glitzy? Saatnya memberikan kontribusi pada negeri, sekecil apapun, asalkan Anda menjadi bagian dari perwujudan kemerdekaan yang sesungguhnya. Mengutip dari apa yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno, “Pikiran, tindakan, dan karya adalah indikasi orang merdeka. Apa karyamu? Apa kontribusimu?”

(Shilla Dipo, Image: Berbagai sumber)