Sampai bertemu di tahun 2021 untuk pentas-pentas lainnya!


Selama pandemi di Indonesia berlangsung, salah satu organisasi kesenian Bakti Budaya Djarum Foundation, kerap menghibur masyarakat selama #dirumahaja dengan banyak pentas yang digelar secara virtual melalui Indonesia Kaya.


Mulai dari #PuisidiRumahAja, #MusikaldiRumahAja, Paras Cantik Indonesia, sampai yang terbaru adalah film pendek musikal bertajuk Lentera di Tepian. Film pendek ini bercerita tentang seorang pemuda miskin bernama Yahya dan perempuan bangsawan cantik bernama Cindur yang saling jatuh cinta.


Namun karena perbedaan status sosial yang ada di antara mereka, hubungan asmara yang terjalin hanya bisa sebatas bertukar surat saja. Sampai suatu hari Yahya memutuskan untuk melamar Cindur. Sayangnya, keluarga Cindur menolaknya mentah-mentah.


Tidak lama kemudian datang seorang pemuda kaya raya bernama Harun mengaku jatuh cinta pada Cindur dan ingin mempersuntingnya. Silau dengan harta Harun, kedua orangtua Cindur pun setuju. Tetapi pernikahan Harun dan Cindur tidaklah bahagia.


Bukan hanya tidak ada cinta di antara keduanya, tetapi sikap kasar Harun pada Cindur serta niat Harun yang ingin mengeruk harta kekayaan orangtua Cindur, juga menjadi alasan lainnya.


Meskipun sudah menikah dengan Harun, diam-diam Cindur ternyata masih berkirim surat dengan Yahya. Film pendek musikal ini kemudian akan bercerita tentang bagaimana kelanjutan hubungan Yahya dan Cindur yang masih terjalin secara diam-diam, serta kejelasan hubungan Cindur dengan Harun.

(BACA JUGA: BOOW Live dan Indonesia Kaya Tutup Perjalanan #MusikaldiRumahAja dengan Kisah Lutung Kasarung) 



Film pendek musikal ini sudah diputar pada hari Minggu, 20 Desember 2020 lalu. Sepanjang menyaksikan filmnya, Editor GLITZMEDIA sangat terkesima dengan lakon para aktor dan aktris yang terlibat. Begitu juga dengan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh setiap aktor dan aktris.


Langsung meresap di telinga.  Bayangkan saja, film ini dibintangi oleh aktor dan aktris bersuara emas yang andal. Seperti Kikan Namara alias Kikan mantan vokalis grup Cokelat, Chandra Satria, Sita Nursanti, Ubiet Raseuki, dan masih banyak lagi. 


Selain nama-nama andal di industri peran dan musik, film pendek ini disutradarai oleh Maera Panigoro, ditulis oleh Titien Wattimena, iringan musik oleh Dian HP, dan sutradara visual yakni aktor Tanta Ginting.


Bagi Anda yang melewatkan pergelaran ini sangat disayangkan sekali. Karena film pendek musikal ini menjadi persembahan terakhir dari Bakti Budaya Djarum Foundation di tahun 2020. Namun, Bakti Budaya Djarum Foundation sendiri mengatakan sudah menyiapkan banyak proyek menarik khusus untuk masyarakat Indonesia di tahun 2021 mendatang.




(Andiasti Ajani, foto: dokumentasi bakti budaya djarum foundation)