Stay in The know

Events

8 Rangkuman Fakta Terkini Mengenai Bencana Kabut Asap Di Indonesia

8 Rangkuman Fakta Terkini Mengenai Bencana Kabut Asap Di Indonesia


Kabut asap semakin meresahkan. Ancaman penyakit ISPA—Infeksi Saluran Pernapasan Akut—menjadi kian marak. Tak hanya wilayah Kalimantan dan Sumatera yang perlu waspada, namun daerah lain pun kini ikut waswas karena kondisi kabut asap yang kian mengkhawatirkan.

Benarkah kabut asap akan menyelimuti seluruh wilayah Indonesia? Apakah ini akan menjadi bencana nasional? Apakah benar kabut asap ini disebabkan hanya oleh perusahaan-perusahaan yang membakar lahan hutan secara sengaja? Ini dia fakta-faktanya, Glitzy.


Akumulatif

Isu kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap sudah terjadi tiap tahunnya. Namun di tahun 2015 ini, Indonesia mengalami bencana kabut asap yang paling parah. Menurut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, penyebab utama kebakaran hutan yang kian parah adalah taada tindakan tegas terhadap para pelaku kebakaran hutan (dilansir dari Kompas.com).


Manusia dan Alam

Kebakaran hutan terjadi akibat pengusaha-pengusaha tak bertanggung jawab yang melakukan pembakaran hutan secara sengaja. Hal ini dilakukan karena banyak hal, salah satunya penguasaan lahan. Dari penelusuran Glitz Media dari berbagai sumber, pemerintah mengklaim bahwa kemarau yang sangat panjang juga menjadi penyebab kian parahnya kebakaran hutan yang disebabkan oleh perusahaan tertentu.


Tak Hanya Kalimantan dan Sumatera

Dalam negeri, kebakaran hutan malah semakin marak terjadi. Dilansir dari Detik.com, kebakaran hutan juga terjadi di wilayah timur Indonesia, Hutan Misool Raja Ampat. Namun, kebakaran di Raja Ampat murni karena faktor alam. Karena tak bisa memadamkan api yang cepat menjalar di musim kemarau membuat hutan cagar alam itu tertutup kabut asap. Selain itu, di Australia juga sedang mengalami kebakaran hutan sehingga asap dari Australia dan timur Indonesia terbawa angin yang menyebabkan Indonesia tertutup asap.


Kabut Asap Sampai di Bagian Selatan Indonesia

Awalnya, Palangkaraya dan Pekanbaru menjadi wilayah terparah dari terjadinya kabut asap. Namun kini, hampir seluruh warga di wilayah Kalimantan dan Sumatera sudah mengeluhkan permasalahan kabut asap yang tak kunjung reda. Tak selesai sampai di sini. Asap pun sudah menjalar hingga Jakarta, Banten, Jabar, dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dilansir dari SindoNews.com. Menurut beliau, setidaknya ¾ wilayah Indonesia mulai ditutupi oleh asap—baik tebal maupun asap tipis.


Negara Tetangga Ikut Mengeluh

Pemerintah Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam mendesak Indonesia untuk segera menyelasaikan permasalahan kabut asap. Pasalnya ketiga negara ini merasakan dampak kabut asap paling parah di negara mereka. Tak hanya tiga negara tersebut, Thailand pun mulai mengeluhkan kabut asap yang masuk ke negara mereka.


Korban Kabut Asap

Dituliskan di Detik.com pada 22 Oktober 2015 lalu bahwa Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan bahwa sudah terdapat 10 orang meninggal dan 272.001 orang terkena ISPA akibat bencana asap. Dikutip dari website yang sama, Kementerian Kesehatan telah mengirimkan 33,8 ton bantuan berupa obat, masker oksigen dan mobilisasi sumber daya kesehatan dari RSCM Persahabatan untuk mengatasi masalah yang diperlukan di sana.


Posko Bencana Asap

“Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah membuka posko evakuasi bayi dan balita di Puskesmas rawat Inap Sidomulyo, Puskesmas Rumbai, dan Puskesmas Tenayan Raya," ungkap Kepala BPBD Damkar Pekanbaru, Burhan Gurning, di Pekanbaru, dilansir dari Tempo.co. Selain itu, di Pekanbaru terdapat 17 Puskesmas dan 31 Pustu yang bersedia melayani masyarakat jika membutuhkan. Pelayanan di posko tersebut pun gratis.


Upaya Indonesia

TNI berdiri paling depan sebagai upaya memerang asap bersama pemadam kebakaran, warga, hingga aktivis lingkungan. Selain itu, Indonesia juga mendapatkan bantuan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Australia dan Rusia. Meskipun Malaysia, Singapura, dan Australia sudah menarik diri, namun kini Indonesia tengah meminta bantuan pada Kanada dan Prancis untuk mengirimkan pesawat Bombardir untuk memadamkan titik api. “Prosesnya sudah jalan. Tapi kembali kita confirm permintaan ini ke mereka,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi saat menghadiri Council of Ministers Meeting IORA di Padang, Sumatra Barat, dikutip dari Republika.co.id.

(Shilla Dipo, Images: Corbis)

Author:

You Might Also LIke