×

Stay in The know

Celebuzz

Tinggalkan 2019, Luna Maya Siap Menata Hidup Baru di 2020!

Tinggalkan 2019, Luna Maya Siap Menata Hidup Baru di 2020!
Andiasti Ajani

Tue, 7 January 2020 at 16.05

Film, bisnis, hobi, hati, hingga BTS, inilah obrolan seru antara GLITZMEDIA.CO dan Luna Maya, spesial untuk #WomanWeLove Edisi Pertama di tahun 2020.


Setelah muncul selama hampir lima tahun, GLITZMEDIA.CO belum pernah bertatap muka dengan salah satu selebriti ternama yang juga punya kualitas dalam dunia peran, presenting, hingga bisnis. Ya, Luna Maya Sugeng, atau yang lebih dikenal publik dengan nama Luna Maya.


Meskipun baru pertama kali bertemu, Luna Maya rela untuk bercerita secara lepas ketika diwawancarai oleh Senior Editor GLITZMEDIA.CO, Andiasti Ajani. Keduanya kebetulan sudah pernah bertemu di kesempatan lain kurang lebih empat tahun lalu.


Bisa kembali berbincang dengan Luna Maya tentu adalah kesempatan emas yang sulit untuk dinilai harganya. Keduanya lalu berbincang soal banyak hal, termasuk soal isu sensitif yang sempat melambungkan nama Luna Maya dalam beberapa bulan terakhir ini. 


Tapi ternyata, Luna Maya mengakui bahwa kejadian itu bukanlah suatu hal besar yang mampu meluluh-lantahkan pertahanannya sebagai seorang perempuan yang mandiri. Penasaran seperti apa kisah lengkapnya? Langsung saja baca artikelnya di bawah ini.


GLITZMEDIA (GM): Halo, apa kabar? Dulu aku sudah pernah wawancara Luna Maya sekitar empat tahun lalu. Apa saja yang terjadi dalam hidup Luna Maya selama empat tahun terakhir ini.

Luna Maya (LM): Banyak ha ha ha… most of them masih sama. Tapi yang berubah adalah I get new adventure, new business, new life, new friends. But the basic is still the same.


GM: Empat tahun lalu, lewat wawancara berbeda aku pernah bertanya. “Kenapa Luna Maya tidak pernah terlihat main film lagi?”. Saat itu jawaban seorang Luna Maya adalah, “Mungkin karena aku sudah tidak laku lagi di mata produser.” But look at you after that! You get tons of film project.

Filosofi Kopi 2, Suzanna, Eggnoid, The Doll, Sabrina, dan masih banyak lagi. Menurut Luna Maya, apa yang menjadi turning point dari hal ini.

LM: Ha ha ha… iya ya aku pernah ngomong gitu. Hmm, I don’t know mungkin harus ditanya ke produsernya kali ya. Tapi kalau boleh menebak, mungkin karena aku kalau bekerja berusaha memberikan 100 persen yang aku punya untuk proyek tersebut.

Totalitas yang aku berikan di setiap proyek, mungkin menjadi alasan kenapa akhirnya para produser film masih tertarik mengajakku untuk bekerja sama. 




GM: Tapi, dari sekian banyak film Luna Maya justru sering tampil dalam film horor. Ada alasan khususkah di balik hal ini? Apakah memang Luna Maya sedang menantang dirinya lewat film horor, atau memang tawaran yang datang sedang banyak proyek film horor?

LM: Pertama yang harus diingat adalah, pada dasarnya aku nyaman terlibat dalam proyek film dengan genre apapun. Waktu pertama kali comeback ke dunia film juga tidak lewat film horor. Aku juga nggak tahu sih kenapa tawaran yang datang banyak film horor.

Tapi mungkin juga karena saat ini industri film horor di Indonesia sedang tinggi-tingginya. Antuasiasme penonton terhadap film horor juga tinggi. Sehingga banyak produser dan rumah produksi film, memutuskan untuk garap film horor.

Karena geliat film horor lagi bangkit, makanya tawaran yang masuk ke manajemenku juga film horor. Aku rasa begitu ya flow-nya.


GM: Karena banyak berperan dalam film horor, Luna Maya juga dinobatkan sebagai Ratu Horor. Are you happy with that?

LM: Kalau itu adalah pujian tentu saja aku happy. Artinya, ketika aku memerankan atau berperan dalam film horor, kualitas peran yang aku tunjukkan bisa diterima oleh para penonton.

Karena title Ratu Horor itu kan yang kasih penonton, bukan aku sendiri. Jadi kalau memang title Ratu Horor itu adalah compliment, aku appreciate dan berterima kasih.

You Might Also LIke