×

Stay in The know

Celebuzz

Terancam Meninggal Dunia, Jadi Alasan Shindong Super Junior Diet Ketat

Terancam Meninggal Dunia, Jadi Alasan Shindong Super Junior Diet Ketat
Andiasti Ajani

Mon, 17 February 2020 at 14.04

Hal ini ia sampaikan saat menjadi bintang tamu di acara bincang-bincang Radio Star.

Durasi baca: 55 detik.


Beberapa waktu lalu, salah satu anggota boygroup asal Korea Selatan Super Junior yakni Shindong, berhasil mengejutkan publik akibat perubahan pada ukuran tubuhnya. Shindong yang merupakan salah satu lead dancer di grup yang debut pada tahun 2005 ini, memang dikenal memiliki tubuh tambun alias gemuk.


Namun pada akhir tahun lalu, Shindong tiba-tiba muncul ke muka publik dengan ukuran tubuh yang mengecil. Anggota Super Junior yang lain yakni Kyuhyun, bahkan mengaku kalau berat badan Shindong saat ini, hampir menyerupai bobot tubuhnya. Perubahan berat badan Shindong ini ternyata menarik perhatian banyak orang.


Tidak terkecuali acara-acara televisi di Korea Selatan. Salah satunya adalah acara bincang-bincang bernama Radio Star. Pembawa acara bertanya pada Shindong, sebetulnya apa alasan utama ia memutuskan untuk menurunkan berat badannya.

(BACA JUGA: Semakin Kurus, Ini Tips Diet a la Shindong Super Junior)



“Ada banyak alasan mengapa aku menurunkan berat badanku. Tetapi alasan utamaku adalah tentu karena kesehatan. Saat aku pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatan, ia berkata bahwa aku harus melakukan diet. Karena kalau aku tetap mempertahankan berat badanku, maka aku terancam meninggal dunia di usia 40 tahun,” tuturnya.


Pernyataan Shindong ini berhasil mengejutkan banyak orang, termasuk para pembawa acara. Namun, tekad Shindong untuk menurunkan berat badan agar lebih sehat juga sangat didukung oleh para pembawa acara. Mereka mengungkapkan, bahwa apa yang dilakukan oleh Shindong adalah benar.


Salah satu pembawa acara bahkan mengatakan, bahwa ketika ingin melakukan diet pertaruhannya hanya ada dua. Yakni soal makanan enak dan hidup yang sehat.


Ketika tubuh lebih sehat, maka kita lebih punya banyak kesempatan untuk mencicipi makanan yang enak. Tetapi ketika kita terus mengonsumsi makanan yang enak, maka kesehatan tubuh kita akan terancam.


(Andiasti Ajani, foto: instagram.com/earlyboysd)

You Might Also LIke