×

Stay in The know

Celebuzz

Sambut International Women’s Day, Karina Nadila Cerita Tentang Isu Perempuan Hingga Meniti Karir di Dunia Hiburan

Sambut International Women’s Day, Karina Nadila Cerita Tentang Isu Perempuan Hingga Meniti Karir di Dunia Hiburan
Mondials Anindhita

Sun, 8 March 2020 at 14.04

Bincang seru bersama Karina Nadila yang menjadi #WomanWeLove GLITZMEDIA.CO edisi kedua di tahun 2020 ini!


#WomanWeLove kembali hadir! Kali ini GLITZMEDIA.CO berkesempatan mengajak seorang perempuan cantik yang memiliki karir sebagai model, aktris, TV host, dan mantan Puteri Indonesia Pariwisata 2017, Karina Nadila, untuk menjadi #WomanWeLove edisi bulan Maret 2020. 


Seperti yang sudah diketahui, Karina Nadila, memulai karirnya sebagai aktris dan sudah hilir mudik di dunia hiburan tanah air sejak tahun 2010. Berbagai macam FTV dan film pun sudah ia bintangi. Namun, di tahun 2017 Karina putar haluan untuk mengikuti ajang pemilihan Puteri Indonesia 2017 mewakili Nusa Tenggara Timur (NTT).


Karina berhasil meraih posisi Runner-up 2 sekaligus mendapatkan gelar Puteri Indonesia Pariwisata 2017 dan mengikuti kontes Miss Suprantational 2017 di Polandia. Bertepatan dengan International Women’s Day, tim GLITZMEDIA.CO berbincang-bincang seru dengan Karina membahas tentang isu perempuan, membangun karir, akting, hingga bagaimana ia merawat dan mencintai diri sendiri sebagai bagian dari self-care


Seperti apa bincang-bincang seru bersama #WomanWeLove terbaru GLITZMEDIA.CO ini? Simak artikel di bawah ini, ya!


GLITZMEDIA (GM): Tanggal 8 Maret 2020 kita memperingati International Women’s Day, temanya adalah #EachforEqual. Nah, menurut Karina masalah isu-isu perempuan apa yang kini masih mengganjal atau jadi masalah di negara kita?


Karina Nadila (KN): Stereotype, kodrat seorang perempuan itu cuman hanya di dapur saja, jadi ibu dan istri yang baik. Memang aku nggak boleh salahin di perintah agama ada hal seperti itu tapi sebenarnya menjadi ibu atau istri yang baik bukan berarti kita tidak boleh berkarir atau nggak boleh punya prestasi. Sebenarnya hal ini nggak cuman terjadi di Indonesia, di negara lain pun ada juga yang seperti ini. 


GM: Sesuai dengan tema International Woman’s Day, #EachforEqual, menurut Karina bagaimana seorang perempuan bisa mencapai posisi lebih tinggi dari laki-laki tanpa merendahkan laki-laki?


KN: Hmm, menurut aku harus tahu dan paham peran seorang perempuan. Karena ujung tombak sebuah keluarga katanya memang ada di sisi perempuannya. Kalau kita sudah diberi kesempatan untuk mengejar mimpi kita oleh suami, bukan berarti kita harus melupakan isi rumah. Dan tetap harus menerima saran, mendengarkan apa kata suami, dan saling belajar satu sama lain.




GM: Okay, sekarang kita beralih ke karier. Sebenarnya, karier seorang Karina Nadila di dunia industri hiburan ini berawalnya dari mana?


KN: Jadi dulu, mami aku itu kalau lihat aku tomboy banget. Aku cuman mau pake sneakers dan jeans. Sampai akhirnya mami paksa aku untuk masuk OQ Modelling School, supaya aku bisa jadi lebih kayak perempuan. Lalu aku mulai casting iklan, tapi H-1 shooting aku di-cancel.


Aku juga sempat mau ikutan lomba modelling tapi nggak jadi, lalu aku ditawarin untuk casting iklan selanjutnya. Dari situ aku ketemu talent iklan dan juga bintang sinetron kala itu, lalu dia suruh aku casting di salah satu Production House (PH) dan aku masuk di FTV. Dari situ berlanjut terus dan sampai sekarang.

You Might Also LIke