Stay in The know

Celebuzz

Priyanka Chopra Mengaku Jadi Korban Bullying Saat Sekolah

Priyanka Chopra Mengaku Jadi Korban Bullying Saat Sekolah

Ia sering dipanggil si cokelat dan si kari oleh teman-temannya karena warna kulit dan negara asalnya

Durasi baca: 1 menit.


Bullying adalah sebuah sikap hinaan yang biasa dilontarkan atau dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, terhadap orang lainnya. Sikap bullying memang selalu menjadi bagian dari salah satu kampanye sosial. Tapi apakah berhenti? Tentu saja tidak.


Memberantas aksi bullying sama halnya dengan memberantas peredaran narkoba.  Selalu ada yang tertangkap dan dimusnahkan, tetapi kehadirannya akan selalu terwakili oleh yang lain. Aksi bullying ternyata dapat dirasakan oleh semua orang termasuk para selebriti.


Salah satunya adalah aktris Priyanka Chopra. Baru-baru ini, Chopra melakukan sesi wawancara ekslusif dengan Associated Press.


“Dulu waktu masih sekolah aku menjadi korban bullying, karena warna kulitku yang gelap. Teman-teman di sekolah sering memanggilku ‘si cokelat’,” tuturnya.


Chopra sendiri lahir dan menghabiskan masa kecilnya di India. Kemudian saat remaja, ia pindah ke Amerika Serikat dan tinggal bersama bibinya. Saat pindah ke Amerika Serikat inilah hidupnya berubah. Tidak hanya diejek karena warna kulitnya, Chopra juga sering menerima hinaan karena ia berasal dari India.

(BACA JUGA: Intip Perawatan Kecantikan Alami a la Priyanka Chopra. Anda Juga Bisa Membuatnya Sendiri di Rumah!)


“Mereka tidak hanya memanggilku ‘si cokelat’ tapi juga ‘si kari’. Bahkan beberapa dari mereka menghinaku dengan kalimat ‘Urus itu gajah yang kau naiki ke sekolah’. Dua hal ini mereka lontarkan karena aku berasal dari India dan mereka berpikir bahwa India adalah negara primitif,” katanya.


Dari perlakuan bully yang ia rasakan, Chopra mengaku bahwa dirinya mengalami gangguan seperti krisis tidak percaya diri. Sehingga, ia tidak ingin apa yang ia alami turut dialami oleh orang-orang lainnya.


Ia mengatakan, orang-orang itu harus diberi pelajaran tentang siapa diri kita. Jika mereka mengenal diri kita, maka mereka akan lebih menghargai kita.


“Terkadang sikap bully itu muncul karena diri kita sendiri. Misalnya kita malu karena berasal dari mana, sehingga tidak ada keinginan untuk berbicara, tidak percaya diri, dan lain sebagainya. Sikap ini yang membuat kita, tanpa sadar mempersilakan orang lain untuk melakukan bully terhadap kita.”


“Maka dari itu, ketika kita masuk ke lingkungan baru jangan pernah malu untuk menjelaskan latar belakang kehidupan kita seperti apa. Ketika orang-orang teredukasi dengan latar belakang kita, mulai dari keluarga, negara, budaya, dan lain sebagainya, maka mereka pasti akan lebih menghargai kita.” Tandasnya.




(Andiasti Ajani, foto: imdb.com)

Author:

You Might Also LIke