Stay in The know

Celebuzz

Pertama Kalinya Model Transgender Menjadi Playmate di Majalah Playboy

Pertama Kalinya Model Transgender Menjadi Playmate di Majalah Playboy

Ines Rau menjadi model transgender pertama di majalah playboy.

Durasi baca: 1 menit


Ines Rau, perempuan keturunan Afrika ini berhasil menjadi playmate pertama di majalah Playboy. Kehadirannya di media milik Hugh Hefner memang sudah terlihat beberapa kali sebelumnya, namun kali ini ia berhasil menjadi playmate atau sosok yang menjadi pembahasan dalam satu bulan penuh di majalah tersebut. Kemunculan Ines memang terbilang cukup kontroversi, mengingat selama 64 tahun berdiri, Playboy tidak pernah memakai sosok transgender di dalam cover serta playmate sebagai topik utamanya. 


Dalam edisi November – Desember 2017, Ines akan bercerita secara utuh tentang perjalanan hidupnya sebagai transgender hingga sekarang. Perempuan berusia 26 tahun ini mengaku banyak hal yang membuat dirinya bungkam akan orientasi seksualnya. Ia takut bahwa kejujurannya akan membuat dirinya dijauhi oleh banyak orang. “I lived a long time without saying I was transgender. I dated a lot and almost forgot. I was scared of never finding a boyfriend and being seen as weird. Then I was like, ‘You know, you should just be who you are’,” ungkapnya seperti yang dikutip dalam Eonline.com.


Pertentangan batin yang ia alami selama bertahun-tahun kini sudah berubah menjadi suatu hal yang patut disyukuri. Meski banyak orang yang menentangnya, tetapi ia yakin dengan berkarya dan mencintai diri sendiri mampu membuatnya bermanfaat bagi banyak orang. Sehingga dalam kesempatan ini, ia berusaha tampil apa adanya dan berbicara jujur akan kehidupannya. “It's a salvation to speak the truth about yourself, whether it's your gender, sexuality, whatever. The people who reject you aren't worth it. It's not about being loved by others; it's about loving yourself”.


Seperti yang dikutip dalam Huffingtonpost.com.au, mendiang Hefner sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan hal ini. Bahkan ia pernah mengatakan bahwa setiap individu adalah sosok yang berarti dan harus dihargai. “Life is too short to be living someone else’s dream and I think it spoke loudly of how respectful he was of the individuality of others,” ungkap Ines saat meniru ucapan yang pernah dikatakan bos Playboy tersebut.


(Elizabeth Puspa, Foto: g1.globo.com)

Author:

You Might Also LIke