Stay in The know

Celebuzz

Pernah Mengalami Kekerasan Seksual, Rita Ora Tak Ingin Dianggap Sebagai Korban

Pernah Mengalami Kekerasan Seksual, Rita Ora Tak Ingin Dianggap Sebagai Korban


Tak jarang selebriti wanita yang berani ungkapkan dirinya pernah mengalami kekerasan seksual—secara fisik maupun verbal. Beberapa di antaranya pun menganggap bahwa hal tersebut merupakan pengalaman terburuk dan aib yang sebaiknya tak dipublikasi.

Tapi, lain halnya dengan penyanyi asal Inggris, Rita Ora, yang justru mengungkapkan hal ini pada buku biografinya, Hot Right Now. Ora mengakui bahwa dirinya pernah alami pengalaman buruk tersebut, namun tidak membuatnya terpuruk—justru menjadikannya pelajaran yang membuat dirinya makin percaya diri.

Saat diinterview oleh media The Sun Inggris, wanita kelahiran tahun 1990 ini mengungkapkan bahwa kejadian (kekerasan seksual) itu terjadi saat dirinya masih berusia 14 tahun. Ora menjalin hubungan dengan seorang pria yang berusia 12 tahun lebih tua dari dirinya. 

Meskipun begitu, pelantun lagu ‘How We Do’ ini tidak perduli atas perbuatan pria tersebut kepada dirinya, karena saat itu pria tersebut begitu menunjukkan rasa cintanya pada Ora.

“It was my first relationship with a guy. I was almost obsessed with having a man feel like he wants me. It made me feel great and I didn’t care what he did or how old he was. I wanted it. It’s crazy. I was very new to the whole world of a man and a female. It’s strange how, once it starts, you kind of feel you can take over the world. It’s child abuse, really, isn’t it?” ungkap wanita yang menjadi juri kompetisi X-Factor tersebut. 

Meskipun begitu, Ora tak ingin masyarakat menganggapnya sebagai korban kekerasan seksual, sebab ia pun melakukannya tanpa ada paksaan. Selain itu, penyanyi kelahiran 26 November ini juga mengungkapkan bahwa kala itu dia menganggap dirinya sudah lebih dewasa dibandingkan para gadis di usianya. 

Hanya saja, kini ia merasa telah dibodohi oleh pria tersebut. Perlakuan manis yang diberikan oleh kekasihnya dulu hanyalah ‘alat’ yang digunakan agar Ora mau melakukan hubungan intim dengannya. 

"I felt like I was sexy, I felt like I had a form of respect, I felt like he listened to me. Now I know he listened to me because he obviously wanted to have sex with me. I felt good that men fancied me," tutupnya. 

(Kissy Aprilia)

Author:

You Might Also LIke