Stay in The know

ads

Celebuzz

Mencari Cita Rasa ‘Aruna dan Lidahnya’

Mencari Cita Rasa ‘Aruna dan Lidahnya’

Kelana Nicholas Saputra dan Hannah Al Rashid menikmati sajian Nusantara. 

Durasi baca: 5 menit


Pada tanggal 31 Agustus lalu, GLITZMEDIA.CO kedatangan dua tamu spesial dari film Aruna dan Lidahnya, yaitu Nicholas Saputra dan Hannah Al Rashid. Mereka dipertemukan oleh rumah produksi Palari Films untuk memerankan karakter Bono dan Nad, bersama dengan Dian Sastrowardoyo (Aruna) serta Oka Antara (Farish). Sebelumnya, masing-masing pemain telah menceritakan sejumlah pengalaman seru di balik layar dalam acara konferensi pers. Kali ini, GLITZMEDIA.CO akan menggali lebih dalam cita rasa Aruna dan Lidahnya. 

(BACA JUGA: Hannah Al Rashid dan Perjuangan Menuju Kesetaraan)


GLITZMEDIA.CO pernah mendengar bahwa sebenarnya karakter Bono berkaitan dengan seorang Nicholas Saputra. Dari sisi mana?

Nicholas Saputra (NS): "Ada sisi Bono yang mirip dengan saya. Bono adalah seorang koki profesional dan saya juga memiliki kegemaran memasak. Biasanya saya memasak makanan dari negara lain, seperti Turki atau Maroko, sajian yang tergolong sulit ditemukan di Indonesia. Kerinduan akan cita rasa tersebut membuat saya ingin mencoba menciptakannya sendiri, meski tidak jarang pula hasilnya gagal (tertawa)."




Lalu, sebagai pemeran food critic, bagaimana persiapan Hannah Al Rashid memerankan karakter yang jarang diangkat dalam film terutama di Indonesia? 

Hannah Al Rashid (HAR): "Justru saya merasa dengan era media sosial semua menjadi food critic. Hanya kalau untuk referensi saya pribadi, karena film ini bicara tidak hanya tentang makanan tapi tentang conversation saat makan. Saya mengambil referensi dari mendiang Anthony Bourdain, karena cara dia membicarakan makanan tidak hanya melihat hanya dari bentuknya saja namun dia melihat dari budayanya, sejarah dan masyarakatnya. Sehingga menurut saya Anthony Bourdain dapat menggambarkan storytelling yang mendalam di balik makanan tersebut. Sebagai food critic saat adegan makan saya juga mencoba dalam setiap suapannya benar-benar merasakan makanan tersebut."


Bagaimana cara Nicholas menegaskan karakter Bono? Tampaknya, film Aruna dan Lidahnya cenderung ringan. 

NS: "Meski ringan, film ini tetap memiliki bobot seperti kisah tentang konspirasi dan sejumlah perasaan mendalam. Semuanya dikemas menjadi tampilan kehidupan sehari-hari, menggunakan cara berbicara, ekspresi, dan suasana senatural mungkin—dan untuk mencapai hal tersebut sangatlah sulit. Bagaimana cara menciptakan interaksi alami yang ber-chemistry di antara keempat pemain adalah tantangan utamanya."

You Might Also LIke