×

Stay in The know

Celebuzz

Legalkan Prostitusi, Deretan Artis Ini Cabut Dukungan Dari Amnesty International

Legalkan Prostitusi, Deretan Artis Ini Cabut Dukungan Dari Amnesty International
Saskia Damanik

Mon, 3 August 2015 at 22.43


Amnesty International adalah organisasi internasional non-pemerintah yang selama ini selalu mendapatkan dukungan dari selebriti kelas atas seperti U2, John Stewart, dan Anne Hathaway. Namun nampaknya, saat ini justru organisasi yang telah berdiri sejak 1961 ini mendapatkan perlawanan dari para artis Hollywood karena dikabarkan mendukung pelegalan prostitusi.

Bulan depan, kelompok organisasi yang melindungi hak asasi manusia akan melakukan pertemuan di Dublin, Irlandia untuk membahas kebijakan diskriminalisasi perdagangan seks (sex trafficking). Jelas, hal tersebut menarik kemarahan banyak pihak termasuk para selebriti. 

Kemarahan ini membuat sederet nama artis seperti Meryl Streep, Kate Winslet, Emma Thompson, Anne Hathaway dan 400 orang lainnya menandatangani petisi yang bernama  Coalition Against Trafficking in Women (CATW). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dari kebijakan yang mereka sebut, “A policy that calls for the decriminalization of pimps, brothel owners and buyers of sex — the pillars of a $99 billion global sex industry.”

“A prominent human rights organization like Amnesty should be listening to the sex trade victims, women’s rights groups and imploring them to not decriminalize the pimps, the brothel owners, and the sex buyers,” kata Taina Bien-Aimé, executive director CATW, dikutip dari FoxNews.com.


Tentu, Amnesty International terpancing untuk angkat suara. Diwakilkan oleh Deputy Executive Director Amnesty International, Cammie Croft menyatakan bahwa hingga saat ini semua proses masih berlangsung. “Tentu banyak pertimbangan untuk menerapkan sebuah kebijakan. Diskriminalisasi prostitusi ini pun masih melalui banyak proses dan Amnesty International menegaskan bahwa kami belum membuat keputusan apapun,” jelasnya.

Masih menurut Cammie Croft, diskriminalisasi prostitusi ini dimaksudkan agar adanya perlindungan hukum secara legal dari para pelaku bisnis—konsumen dan pekerja seks. “Di dunia ini, banyak sekali orang yang terlibat dalam bisnis seks komersil. Hingga saat ini, mereka tak dapat dilindungi secara hukum karena ilegal. Padahal, banyak terjadi kekerasan dan tindakan yang menentang hak asasi para pekerja seks dalam bisnis prostitusi. Ini tujuan dari kebijakan diskriminalisasi prostitusi, untuk melindungi hak mereka,” lanjut Cammie Croft.

Hmm, kira-kira, bagaimana ya, hasil dari pertemuan yang membahas tentang kebijakkan ini? Apakah usaha prostitusi akan dilegalkan? We’ll see, Glitzy.

(Shilla Dipo)

You Might Also LIke