Stay in The know

Celebuzz

Kesha Dipaksa Label Musiknya Mencabut Pemberitaan Pemerkosaan Yang Dialaminya

Kesha Dipaksa Label Musiknya Mencabut Pemberitaan Pemerkosaan Yang Dialaminya

Ini dia reaksi Kesha sekaligus klarifikasi pihak label mengenai isu tersebut.

Pada tanggal 3 April 2016, Kesha mengunggah foto dirinya dengan wajah tanpa makeup. Yang menarik dari unggahannya bukanlah foto tersebut melainkan caption yang ditulisnya. “So..I got offered my freedom IF i were to lie. I would have to APOLOGIZE publicly and say that I never got raped. THIS IS WHAT HAPPENS behind closed doors. I will not take back the TRUTH. I would rather let the truth ruin my career than lie for a monster ever again,” tulisnya dalam akun tersebut.

Ya, pelantun lagu Tik Tok ini pernah mengalami pemerkosaan saat ia berusia 18 tahun. Pemerkosaan ini dilakukan oleh label musiknya, Dr. Luke’s Music Production. Dilansir dari situs Billboard.com, Kesha dikabarkan pernah dipaksa untuk mengonsumsi obat-obatan terlarang, diperkosa, hingga penyiksaan. Situs itu pun menjelaskan bahwa Kesha pernah dipaksa meminum ‘sober pills’ yang juga dikenal dengan date rape drug.

Kisah ini pun tak pernah terungkap ketika ia menjalani rehabilitasi di Illinois. Pada saat itu, ia pun masih mengungkapkan jika rehabilitasi tersebut berkaitan dengan eating disorder. Namun, usai menjalani rehabilitasi, ia akhirnya melayangkan surat pengaduan pada pihak berwajib.

Menanggapi pengaduan tersebut, pengacara dari Dr. Luke pun membantah tuduhan Kesha. “Kesha's Instagram posting is false. The Court repeatedly stated Kesha is already free to record without Dr. Luke, and that she had not presented any facts supporting her claims. That's because all the evidence - including Kesha's own videotaped sworn testimony - show her allegations are false. The only thing Kesha is not free to do is to continue to lie about Dr. Luke through publicity stunts and outrageous smears, ignoring the fact that by her own free will she went to work and entered new contracts with Dr. Luke years after this "incident" supposedly happened. Her goal all along has been solely personal enrichment by seeking to break contracts that brought her success and millions so she can enter into more lucrative ones. We look forward to our day in court holding Kesha accountable for her lies,” jelasnya.

Dilansir dari Marieclaire.com, Kesha memang dipaksa oleh label musik Dr. Luke untuk terus berada di bawah naungan perusahaan tersebut dengan imbalan diberikan kontrak panjang. Awalnya, Kesha tak masalah, namun peristiwa pemerkosaan dan kekerasan seksual yang dialaminya membuat ia ingin berhenti dari label musik tersebut. Kontrak ‘paksa’ ini akan dibatalkan jika Kesha mencabut cerita tersebut dan mengaku bahwa kisah itu ialah kebohongan. “I would rather let the truth ruin my career than lie for a monster ever again,” ungkap Kesha menolak tawaran tersebut. Stay strong, Kesha!


(Shilla Dipo)

Author:

You Might Also LIke