Mulai dari masa lalu sampai rencana masa depan, Cathy Sharon punya banyak cerita yang ia bagi khusus untuk GLITZMEDIA.CO.


Melanjutkan obrolan bulan lalu bersama Andiasti Ajani, Senior Editor GLITZMEDIA.CO dan Cathy Sharon, kali ini Cathy banyak bercerita soal keseruan hidupnya menjelang usia 40 tahun. Ya, dalam kurun waktu tiga tahun lagi Cathy genap berusia 40 tahun! Can you imagine that?


CATHY SHARON (CS): Iya ya nggak menyangka banget sebentar lagi aku 40 tahun, sudah tua ya ternyata ha ha ha. Kalau flashback 20-30 tahun ke belakang hidupku itu berwarna sekali ya. Pernah jadi model, jadi VJ (Video Jockey), jadi aktris, dan sekarang jadi business woman. Kehidupan pribadi juga naik-turun, kalau dipikir aku hebat juga ya bisa menjalankan semuanya dengan baik ha ha ha.


GLITZMEDIA.CO (G): Ngomong-ngomong soal MTV nih, kenapa ya title VJ tuh kayanya nggak bisa lepas dari seorang Cathy Sharon. Merasa gitu juga nggak sih?

CS: Merasa ha ha ha mungkin karena VJ itu turning point karierku di industri entertainment kali ya. Pas aku jadi model kan nggak semua orang tahu, karena kalau model zaman dulu kan very exclusive. Hanya muncul di majalah atau iklan.


Kalau muncul di iklan biasanya lebih beruntung, lebih mudah untuk dikenal orang. Kalau majalah kan hanya yang beli saja yang tahu. Ditambah dulu media televisi itu kan impact-nya besar sekali ya terhadap kehidupan setiap orang. Jadi kalau ditanya apakah aku merasa title VJ itu susah dilepaskan dari seorang Cathy Sharon? Jawabannya of course ha ha ha....


G: Tapi selain MTV, Cathy Sharon juga dikenal sebagai seorang aktris. Mulai dari sinetron, situasi komedi, sampai film. Jujur, aku itu suka banget sama salah satu filmnya mbak Cathy yaitu The Perfect House. One of my favorite movie all the time!

CS: Thank you so much! Aku sendiri juga suka banget sama film itu. Karena film itu kan thriller, psycho, and also ada action-nya. Aku bahkan punya kenang-kenangan yang membekas di badanku dari film itu.


Jadi one day I realize kok pundakku sakit nyeri gitu. Ternyata pas ke dokter, tulang di pundakku geser. Terus aku mikir kan kenapa ya kok bisa geser? Tiba-tiba keingat, jadi ada satu adegan di film itu di mana aku jatuh terus pundakku terbentur lemari dan cukup kencang.


Hebatnya lagi, pas aku udah sakit gitu shooting-nya masih terus jalan dan Puji Tuhan aku bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.


G: Pertimbangan seorang Cathy Sharon ketika memilih film atau proyek yang dibintangi biasanya apa?

CS: Aku itu dasarnya suka hal-hal yang entertaining. Itulah kenapa aku tuh suka banget bekerja di industri ini. Tapi karena aku juga suka belajar tentang hal baru, maka aku menstimulasi diri dan intelektualku dengan banyak hal. Makanya kalau di-breakdown karierku itu ada di mana-mana. Model iya, VJ iya, aktris iya, sekarang business woman juga.


Jadi kalau ditanya apa dasar pertimbangan ketika aku memutuskan untuk join the project or the movie, modalnya klik aja. Ketemu produsernya, sutradaranya, ceritanya, sampai lawan mainnya, kalau aku merasa ada klik di pertemuan tersebut aku ambil.


Tapi aku juga punya note lain untuk film. Intinya aku mau menantang diriku di berbagai genre. Makanya kalau dilihat genre film yang aku bintangi beragam. Horor pernah, drama pernah, drama romantis pernah, thriller pernah, komedi juga pernah. Pokoknya kalau aku merasa bisa mendapat insight atau pengalaman baru dari sebuah proyek, pasti masuk ke dalam list.