Stay in The know

Celebuzz

Afgan, Isyana Sarasvati, dan Rendy Pandugo, Luncurkan Lagu Baru Berjudul “Feel So Right”

Afgan, Isyana Sarasvati, dan Rendy Pandugo, Luncurkan Lagu Baru Berjudul “Feel So Right”
Lagu "Feel So Right" berisi pesan self motivation, atau belajar untuk mencintai dan menerima diri sendiri
Durasi baca: 1 menit.

Setelah sukses mengeluarkan lagu “Heaven” di awal tahun 2018 lalu, kali ini tiga penyanyi andal Afgan, Isyana Sarasvati, dan Rendy Pandugo, kembali dengan lagu terbaru berjudul “Feel So Right”. Lagu “Feel So Right” sangat berbeda dengan lagu “Heaven”.

Kali ini trio yang biasa dipanggil dengan trio AIR ini menciptakan lagu yang lebih up beat. Sehingga orang-orang yang mendengarkan juga bisa lebih bersemangat sekaligus termotivasi ketika membaca liriknya.

“Lagu ‘Heaven’ itu sebetulnya diciptakan secara tidak sengaja. Jadi Afgan mau dibikinin lagu sama Rendy, tapi karena mereka belum pernah ketemu jadi awkward gitu. Akhirnya dia hubungin aku, pas banget lagi dekat studio mereka. Akhirnya aku datang, eh malah humming bareng terus jadi lagu ‘Heaven’,” tutur Isyana.
(BACA JUGA: Lagu “Balada Insan Muda”, Jadi Hadiah Valentine dari DJ Diskoria Selekta)


(Foto: instagram.com/isyanasarasvati)

Karena tercipta secara tidak sengaja, maka untuk kolaborasi kali ini mereka bisa dibilang cukup niat dalam menciptakan lagu. Itulah mengapa, genre musik yang lebih upbeat mereka pilih, supaya orang bisa merasakan sensasi lain dari karya trio AIR.

“Sebelumnya kita sudah bikin lagu minimalis, benar-benar minimalis. Instrumen musiknya juga utamanya hanya gitar. Sehingga waktu buat lagu ‘Feel So Right’ kita ingin ada sesuatu yang berbeda. Pas banget kita bertiga juga punya taste yang sama, terus akhirnya tercetus ide pembuatan lagu yang lebih complex,” ujar Afgan.

Lagu “Feel So Right” bercerita tentang self motivation, atau motivasi untuk diri sendiri. Trio AIR ingin ketika orang-orang mendengarkan lagu ini mereka jadi bisa lebih mencintai diri mereka sendiri. Terlepas dari banyak kekurangan dan kelebihan yang mereka miliki. 

“Zaman sekarang itu banyak orang mulai tidak percaya dengan dirinya sendiri. Semudah mau unggah foto di media sosial saja, banyaaaak sekali yang dipertimbangkan. Angle fotonya, judulnya, tone editnya, dan lain sebagainya. Sepenting itu image atau penilaian orang lain untuk mereka,” ungkap Isyana.

“Tanpa mereka sadari hal ini tuh sudah mengganggu kepercayaan mereka terhadap diri mereka sendiri. Sehingga kami berharap ketika mereka mendengarkan lagu ini, jadi seperti terapi. Setiap liriknya seakan kita berbicara dengan diri sendiri, self motivation,” tambahnya.


(Foto: instagram.com/afgansyah.reza)

Rendy Pandugo yang sebelumnya hanya mengamini perkataan kedua rekannya, akhirnya angkat bicara ketika ditanya soal produksi lagu. Rendy mengatakan, bahwa salah satu pemicu lahirnya karya kedua mereka ini adalah fokus. Ketiganya benar-benar tahu ingin membuat musik dan lirik seperti apa, sehingga saat eksekusi tidak perlu makan banyak waktu.

“Pertama kita buat demonya dulu. Prosesnya itu bisa dibilang singkat hanya empat hari saja. Tapi dari demo untuk jadi masternya seperti yang tadi teman-teman dengar memang butuh beberapa lama. Karena untuk jadi master, demonya itu kita kirim ke Swedia.”

Rendy menambahkan, ada kejadian lucu saat mereka melakukan proses pengambilan gambar untuk video klip di Jepang. Saat itu, master dari lagu tersebut belum ada. Sehingga yang dipakai sebagai background musik adalah lagu demo.

“Itu lucu sih, jadi lagu master-nya ‘kan up beat tapi pas shooting video klip belum jadi master-nya. Jadi pake demo, aneh banget sok-sok excited padahal lagu demonya beda banget sama master-nya.”



(Andiasti Ajani, foto: andiasti ajani) 

Author:

You Might Also LIke