Kamu sudah dengarkan lagunya belum? Kalau belum, yuk dengarkan sekarang!


Tanggal 1 Oktober 2021 kemarin, sebuah momen bersejarah bagi para penggemar musisi asal Korea Selatan Kim Han Bin, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung B.I. Karena, musisi kelahiran tahun 1996 itu mengajak salah satu penyanyi kenamaan Indonesia yakni Afgan, untuk berkolaborasi.


Sebelumnya, pada bulan Juni 2021 B.I merilis album perdananya pasca bersolo karier yang diberi nama ‘WATERFALL’. Sebelum merilis album tersebut, B.I sudah lebih dulu merilis beberapa single utama dari album tersebut. Salah satunya adalah lagu “illa illa”.


Empat bulan berselang, B.I kembali merilis lagu tersebut dalam versi full bahasa Inggris. Terkait dengan hal tersebut, B.I pun mengajak beberapa musisi untuk membedakan versi bahasa Inggris lagu “illa illa” dengan versi bahasa Korea.


Mengejutkan, ternyata B.I melirik Afgan untuk berkolaborasi di lagu tersebut. Beberapa hari lalu, label musik yang menaungi Afgan yakni Trinity Optima menyebarkan rilis yang berisi pernyataan Afgan soal kolaborasinya bersama B.I.


Ternyata, pertemuan Afgan dan B.I diawali karena keduanya kebetulan berada di bawah naungan manajemen internasional yang sama. Yakni Transparent Art.


“Jadi kita berdua itu kebetulan berada di bawah manajemen internasional yang sama, namanya Transparent Art. Waktu itu Transparent Art lagi ngerjain proyek global single-nya B.I. Setelah itu manajemen menawarkan aku untuk join di lagu tersebut. Pas aku dengar lagunya aku tertarik,” ujar Afgan.


Afgan sendiri mengaku sudah lumayan lama mengagumi karya-karya B.I yang pernah dibuat untuk grup lamanya yakni iKON. Bahkan, Afgan secara pribadi mengatakan pernah bertemu dengan B.I saat upacara penutupan Asian Games 2018 di Jakarta.


“Cuma pada saat itu kan belum kenal, jadi hanya papasan saja. Makanya pas ditawarin untuk proyek ini aku langsung mau. Karena lagunya bagus banget, liriknya tuh benar-benar indah dan meaningful,” tambahnya.

(BACA JUGA: Demi Kurangi Limbah Fashion, Label Milik B.I Eks IKON Batasi Produk Merchandise)


Lebih lanjut Afgan juga bercerita soal proses rekaman lagu ini. Ia mengatakan bahwa sebelum masuk ke studio rasanya grogi sekali. Mengingat ia harus menyanyikan bagian rap di lagu ini. Ya, rap!


“Ini di luar zona nyamanku. Aku jarang banget nyanyi lagu cepat apalagi rap. Tapi aku meyakinkan diri bahwa aku bisa melakukan ini meskipun dengan caraku sendiri. Jadi aku nge-rap tapi ada melodinya. Bagian melodinya juga ada yang aku ganti, supaya lebih kena di telinga pendengar. Benar-benar pengalaman baru sih, ternyata aku bisa juga ya bernyanyi dengan gaya lain.”


Sementara itu lewat rilis yang sama B.I juga mengungkapkan perasaannya saat berkolaborasi dengan Afgan. Meskipun keduanya hanya berkenalan secara virtual, tetapi B.I mengaku tidak salah pilih rekan karena semangat yang Afgan tunjukkan kurang lebih mirip dengan dirinya.


“Sebagai produser Afgan membuatku sangat terkesan. Kami berdua punya cinta yang besar untuk musik. Setiap kami bertemu secara virtual aku bisa merasakan semangatnya. Ia benar-benar memerhatikan setiap karya yang ia kerjakan secara detail. Hal inilah yang membuatku mau bekerja sama dengannya. Sayangnya karena pandemi kita jadi rekaman di studio yang berbeda,” katanya.


Lagu “illa illa” atau “Lost At Sea” sendiri berkisah tentang rasa kehilangan yang dialami oleh seseorang, di mana orang tersebut memiliki arti yang sangat besar untuk hidup kita. Sekilas ketika kehilangan seseorang membuat kita jadi lemah dan merasa kosong.


Padahal kalau pandangannya di balik, kehilangan justru membuat kita jadi kuat. Dan menurut Afgan, B.I bisa dengan sempurna mewujudkan emosi itu lewat tulisan liriknya yang luar biasa indah. Buat kamu yang mungkin belum mendengarkan lagunya, yuk langsung dengarkan sekarang di YouTube atau layanan streaming musik favoritmu!



(Andiasti Ajani, foto: instagram.com/afgan_)