×

Stay in The know

Celebuzz

Bangga, Atiqah Hasiholan Ditunjuk Sebagai National Goodwill Ambassador oleh UNAIDS Indonesia

Bangga, Atiqah Hasiholan Ditunjuk Sebagai National Goodwill Ambassador oleh UNAIDS Indonesia
Andiasti Ajani

Tue, 10 December 2019 at 14.04

Atiqah Hasiholan memiliki target untuk menurunkan jumlah penderita HIV pada anak-anak dari 18 ribu menjadi 0.

Durasi baca: 1 menit.


Setelah berkali-kali menuai prestasi berkat kariernya sebagai aktris, Atiqah Hasiholan kembali meraih prestasi terbaru. Kali ini bukan dari film atau serial yang ia bintangi, melainkan sosoknya atau figurnya, yang dilirik oleh salah satu badan organisasi PBB yakni UNAIDS (baca dalam bahasa Inggris dan secara terpisah: UN AIDS).


Lewat konferensi pers yang digelar kemarin, Krittayawan Boonto selaku UNAIDS Indonesia Country Director mengatakan, alasan utama mengapa pihaknya memilih Atiqah sebagai National Goodwill Ambassador adalah karen Atiqah, merupakan satu-satunya figur yang berani menerima tugas tersebut.


UNAIDS sendiri merupakan badan organisasi PBB yang fokus pada urusan penanggulangan virus HIV dan AIDS. Krittayawan yang akrab disapa Tina ini mengatakan, bahwa jumlah pengidap HIV di Indonesia itu tinggi sekali. Yakni diperkirakan mencapai angka 640 ribu orang.

(BACA JUGA: Inilah 3 Cara Penularan HIV yang Harus Anda Ketahui)


Sayangnya, dari jumlah sebanyak itu hanya 55 persen orang yang tahu bahwa dirinya mengidap HIV positif. Fakta yang paling miris berikutnya adalah, dari 640 ribu pengidap HIV positif tersebut, sekitar 220 ribu adalah perempuan dewasa dan 18 ribunya adalah anak-anak usia 0-14 tahun.


“Pergerakan kami sudah tidak hanya sebatas menginformasikan, memberikan penyuluhan, tetapi sudah mengajak semua orang untuk dengan berani memeriksakan diri ke dokter. Karena di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) atau rumah sakit pemerintah, ada dokter yang khusus untuk menangani masalah HIV dan AIDS,” tutur Tina.


Tina juga mengatakan, pentingnya untuk memeriksakan diri ke dokter bukan hanya untuk membantu para pengidap untuk menahan perkembangan virus HIV di dalam tubuh mereka, tetapi juga mencegah risiko penurunan HIV pada anak-anak mereka.


“Karena banyak sekali orang dengan HIV positif menikah dan punya anak, tetapi pasangan dan anaknya tidak tertular. Karena risiko menularkan HIV kepada pasangan dan anak bisa dicegah. Asalkan, mereka yang merasa berisiko HIV positif mau memeriksakan dirinya ke dokter,” tambah Tina.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke