Bukan dimarahi, ia justru mengajak sang anak untuk berdiskusi.


Baru membaca judulnya saja, kamu yang sudah jadi orangtua pasti paham kan. Betapa sulitnya mengurasi ragam konten yang bisa ditonton, didengar, dan dibaca oleh anak-anak ketika sedang berselancar di dunia maya.


Meskipun beberapa situs seperti Google dan YouTube punya fitur yang bisa membatasi konten apa saja yang bisa keluar demi menyelamatkan anak-anak. Meski begitu, kebocoran konten yang mungkin tidak layak ditonton oleh anak-anak masih bisa terjadi.


Lalu, kalau anak terlanjur mengakses konten yang tidak sesuai dengan usia mereka, apa yang harus kita lakukan sebagai orangtua? Pengalaman seperti ini pernah juga dialami oleh musisi Saykoji. Sebagai bapak tiga anak, rapper bernama asli Igantius Rosoinaya Penyami ini punya tips jitu yang mungkin bisa juga kamu terapkan ketika terjadi pada si kecil.


“Kita tidak bisa pungkiri bahwa terkadang, memang ada hal-hal yang terjadi pada anak-anak, di mana hal itu berada di luar kuasa dan pengawasan kita sebagai orangtua. Salah satunya adalah akses konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.


“Ketika hal ini terjadi, saya tentu harus berusaha menangkis atau menjelaskan pada anak bahwa konten yang mereka tonton itu tidak pantas. Tetapi cara menangkis atau menjelaskannya ini yang perlu diperhatikan,” ungkapnya.


Saykoji yang ditemui oleh GLITZMEDIA secara virtual saat acara ‘Safer with Google’ mengungkapkan, yang pertama tidak boleh dilakukan orangtua adalah marah atau meluapkan emosi.


“Saat orangtua tahu kalau anak mengakses hal yang tidak seharusnya, biasanya akan panik. Nah efek dari panik ini adalah marah. Lebih tepatnya memarahi si anak. Padahal harusnya nggak gitu, karena bisa jadi mereka sebetulnya nggak paham, yang barusan mereka lihat itu apa sih?” ujar pelantun lagu “Online” ini.

(BACA JUGA: Bukan Hanya Skripsi, Google Juga Bisa Bantu Kamu untuk Move On!)


“Yang perlu dilakukan oleh orangtua adalah mengajak anak untuk diskusi soal konten yang ia lihat atau dengar. Misalnya, anak saya yang perempuan menonton sebuah konten di YouTube yang gaya bahasanya tidak pantas untuk didengar anak-anak. Lalu dia bertanya, kok orang itu ngomongnya begitu sih? Biasanya, cara saya menjawab adalah dengan memberikan pandangan. Contohnya:


‘Kamu senang nggak dengar orang ngomong kaya gitu?’ dia jawab ‘Nggak suka’. Kemudian saya bertanya lagi ‘Kenapa kamu nggak suka?’. Dia jawab alasan kenapa dia nggak suka. Dari situ saya tarik kesimpulan dengan bilang ‘Kalau kamu nggak suka karena cara dia ngomong kasar, artinya konten itu tidak baik untuk kamu. Jadi besok-besok jangan ditonton lagi’,” ungkap rapper yang biasa dipanggil Igor ini.


Artinya, komunikasi antara orangtua dan anak adalah hal yang amat sangat penting. Tidak hanya karena kebebasan berinternet sekarang ini sudah menjadi hak milik semua orang termasuk anak-anak, tetapi kualitas waktu di rumah yang jauh lebih sering antara anak-anak dengan orangtuanya, juga menjadi faktor penting berikutnya.


“Selama pandemi kita semua pasti lebih sering di rumah. Apalagi anak-anak yang belum bisa sekolah offline sampai detik ini. Nah momen sering bersama di rumah ini saya manfaatkan untuk mempertebal bonding di antara saya dan anak-anak.


Caranya tidak hanya dengan kegiatan-kegiatan analog tapi juga digital. Misalnya dengan main game bareng, nonton film bareng, nonton YouTube bareng, dan lain sebagainya. Sehingga jumlah screentime yang meningkat tidak dihitung secara individual, tetapi bersama-sama,” tandasnya.


Terlepas dari hal itu, Saykoji dan Google tengah bekerja sama untuk menggalakkan beberapa fitur baru dari Google, yang bisa membuat kamu lebih nyaman dan aman saat berinternet. Salah satu bentuk kampanyenya adalah dengan merilis sebuah lagu berjudul “Aman Bersama”.


Yuk dengarkan lagunya dan perhatikan setiap lirik yang ada di lagu ini, agar kamu bisa juga menerapkan momen aman berinternet bersama Google.




(Andiasti Ajani, foto: instagram.com/saykoji)