Stay in The know

Celeb Exclusive

Hannah Al Rashid dan Perjuangan Menuju Kesetaraan

Hannah Al Rashid dan Perjuangan Menuju Kesetaraan

“I’m not angry and bitter. I’m just frustrated at the system that always put me and my women down,” – Hannah Al Rashid
Durasi baca: 3 menit 

Saat melihat sosok Hannah Al Rashid, Anda akan menyangka ia adalah perempuan dengan figur feminin dan glamor. Berbanding terbalik dengan anggapan banyak orang, Hannah mengaku dirinya sangat tomboy. Saat berkunjung ke studio GLITZMEDIA.CO, Kamis, 26 Juli 2018 lalu ia tampil santai dengan atasan putih, jeans, dan sneakers.

(BACA JUGA: Para Perempuan Inspiratif Ajak Anda Rayakan Kesetaraan Gender)

(BACA JUGA: Hannah Al Rashid Beberkan Fakta Pelecehan Anak)

Terlihat natural tanpa riasan dengan potongan rambut pendek dan senyuman ramah, Hannah memulai karirnya sebagai model iklan mi instan dan video musik di tahun 2008. Setelah 10 tahun berkarir di dunia hiburan, perempuan kelahiran London, 25 Januari 1986 ini, justru sangat menikmati karirnya sebagai aktris film.


KECINTAAN PADA FILM
“Dari dulu saya memang suka sekali dengan film Indonesia, karena ayah saya dulu suka bawa vcd dan dvd film Indonesia. Saya senang sekali nonton, hingga akhirnya saya mulai ditawarin untuk casting film. Walau hampir 4-5 tahun saya belum mendapat peran sama sekali, akhirnya di tahun 2012 saya bermain di Modus Anomali bersama Joko Anwar,” paparnya.


Kerja sama dengan sutradara sekelas Joko Anwar membuatnya berkembang. Menurut Hannah, sosok Joko membuka hati dan gairahnya terhadap film Indonesia. Hingga saat ini ia masih menganggap Joko sebagai mentornya. Lalu, saat ditanya mengenai keterlibatan dirinya di Buffalo Boys, dengan penuh semangat Hannah menceritakan karakter Adrie yang ia perankan.


You Might Also LIke