Perhatikan hal ini saat mengonsumsi susu rendah lemak.

 

Susu rendah lemak umumnya menjadi pilihan terbaik para perempuan saat ingin melakukan program penurunan berat badan. Bahkan, tidak jarang dari mereka yang rutin mengonsumsi tiap hari sebagai hidangan sarapan agar perut terasa kenyang dalam waktu lama. Namun Anda perlu waspada karena mengonsumsi susu rendah lemak secara berlebihan ternyata dapat memicu terjadinya penyakit parkinson. 


Pernyataan tersebut muncul dari sebuat penelitian yang diterbitkan dalam Medical Journal of the American Academy of Neurology. Mereka mengumpulkan 129.346 partisipan untuk dianalisis pola makannya. Penelitian yang berjalan selama 25 tahun ini akhirnya memberikan hasil bahwa orang yang mengonsumsi susu rendah lemak 3 gelas sehari, berisiko terkena penyakit parkinson sebanyak 34% dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumi susu rendah lemak satu gelas sehari. Para peneliti juga mendapati bahwa sebanyak 1.036 peserta yang mengonsumsi susu rendah lemak 3 kali dalam sehari menunjukkan gejala khas parkinson—tremor kecil di bagian tangan atau otot terasa kaku. 


Peningkatan risiko parkinson akibat terlalu banyak mengonsumsi susu rendah lemak karena dapat memproduksi nitrat—senyawa berbentuk gas yang memiliki efek berbahaya bila terproduksi berlebihan. Senyawa nitrat ini lama-lama akan mengendap dan menyebabkan inflamasi pada pembuluh darah. Dengan terjadinya inflamasi tersebut fungsi dopamin untuk mengatur aliran darah dari tubuh ke otak akan terhambat. Inilah yang memicu terjadinya tremor atau gemetaran sebagai salah satu gejala dari parkinson—penyakit yang menyerang sel saraf pada otak tengah secara bertahap. 


Meski demikian, bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumi susu rendah lemak. Kepala penelitian penyakit parkinson dari Inggris bernama Claire Bale mengungkapkan bahwa manfaat kalsium, vitamin D, dan protein dalam susu memiliki peranan yang lebih besar dibandingkan potensi bahaya terkena penyakit parkinson. Jadi, tetap lengkapi nutrisi Anda dengan mengonsumsi susu rendah lemak sebanyak 1 kali dalam sehari. 


(Maghfira Farhana, foto: Breakingpic/Pexels.com)