Mengenal lebih jauh LED Light Face Mask—masker dengan cahaya (seperti lampu) —yang makin populer di industri kecantikan. 

Ada-ada saja, namun digandrungi. Tak mau kalah dengan industri di bidang lain, dunia kecantikan terus merjalela mencetuskan inovasinya. Meskipun tak bisa dibilang baru-baru banget, namun teknologi ini kian digemari oleh para wanita. LED Light Face Mask yang merupakan masker wajah telah dicoba oleh beberapa selebriti Hollywood seperti Jessica Alba, Kate Hudson, dan Kourtney Kardashian. 

Masker ini unik karena dedesain seperti topeng putih dengan pancaran sinar di bagian dalamnya (yang mengarah ke permukaan kulit) dan dikatakan sebuah terapi yang ampuh meremajakan kulit. Lebih lanjut, berikut penjelasan tentang LED Light Face Mask. 




Apa Itu LED Light Face Mask?

Jika dilihat sepintas, LED Light Face Mask terlihat seperti topeng milik karakter Jason Voorhees dalam film Friday The 13th. Terkesan menyeramkan memang. Namun, pada kenyataanya LED Mask atau yang juga disebut dengan Color Light Therapy memiliki manfaat baik bagi untuk kulit. Setelah meletakkan ‘topeng’ pada area wajah, kulit akan disinari oleh lampu LED yang berasal dari sisi bagian dalam topeng. Lampu LED tersebut menghasilkan berbagai macam warna, yang memiliki fungsi berbeda-beda disesuaikan dengan jenis masalah kulit Anda. 


Apa Fungsi LED Light Face Mask Untuk Kulit?

LED Mask bekerja menggunakan gelombang panjang anti-ultraviolet yang berfungsi merangsang pertumbuhan kolagen di dalam kulit serta menangkal pertumbuhan jerawat. Tidak hanya itu, perawatan tersebut juga berfungsi untuk meremajakan kulit, serta menyembuhkan berbagai masalah yang ditimbulkan oleh kulit. Setiap warna cahaya lampu yang dipancarkan oleh LED Mask, memiliki fungsi tersendiri yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Jadi, dapat dikatakan bahwa perawatan LED Mask memiliki 1001 manfat yang dapat mempercantik kulit. Bahkan, perawatan terseut begitu digilai oleh selebriti lantaran dapat mengencangkan kulit secara temporer.




Bagaimana LED Light Face Mask Bekerja?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, LED Mask memancarkan sinar dengan warna-warna yang berbeda. Setiap warna memiliki fungsi tersendiri untuk setiap permasalahan kulit. Cahaya berwarna merah berfungsi untuk merangsang kolagen dan elastisitas kulit (peremajaan), biru untuk mematikan kotoran dan bakteri yang mengendap di dalam pori (jerawat), serta pink untuk mempercepat proses regenerasi kulit.

Penggunaan LED sendiri sebenarnya pertama kali dilakukan oleh NASA pada tahun 90-an, yang difungsikan bagi pertumbuhan makhluk hidup untuk merawat tanaman. Dilansir dari situs DailyMail.co.uk, sebuah penelitian mengungkapkan jika sel yang terpapar oleh sinar LED akan bergenerasi 150–200% lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak. Penelitian tersebut kemudian dikembangkan kembali oleh NASA dan disebut sebagai salah satu terobosan dalam hal penyembuhan berbagai penyakit.


Bagaimana Proses Kerja LED Mask? 

Pertama, sang dermatologis akan terlebih dahulu menanyakan keluhan dan masalah kulit Anda. Hal ini dilakukan untuk memilih warna LED yang akan digunakan sesuai kulit konsumen. Sebelum perawatan dimulai, kulit wajah akan dibersihkan lebih dulu guna mencari tahu area yang mengandung sel-sel kulit mati. Setelah itu, kulit wajah akan diaplikasikan serum Vitamin C yang berfungsi meminimalisasi risiko bahaya radikal bebas dari sinar ultraviolet. LED Mask akan diletakkan selama 20 menit pada wajah, tanpa rasa sakit ataupun efek negatif lainnya setelah pemakaian. 




Hasilnya?

Perawatan LED Light Face Mask tidak memberikan hasil yang instan. Anda tidak akan merasakan hasil yang efisien hanya dengan melakukan sekali perawatan saja. Disarankan pemakainya untuk melakukan 6-8 kali kunjungan secara rutin untuk mendapatkan efek maksimal. Meskipun begitu, perlahan-lahan Anda akan tetap merasakan kulit lebih halus dan kencang dalam waktu lebih cepat.  

(Kissy Aprilia, Images: Berbagai sumber)