Gunakan alat cukur dengan tepat untuk menghindari risiko iritasi dan ruam pada kulit.

Durasi baca: 45 detik


Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda, termasuk dalam cara menghilangkan bulu pada tubuh. Meski perawatan waxing terbukti lebih baik untuk kesehatan kulit, tidak sedikit pula yang bertahan dengan pisau cukur. Perawatan ini menjadi bagian dari guilty pleasure karena tergolong ringkas dan ekonomis. Namun mengingat hal tersebut menggiring pada iritasi, bolehkah mencukur bulu dalam jangka waktu yang berdekatan?


Ahli dermatologi ternama dari New York, Francesca Fusco, MD, mengatakan bahwa mencukur bulu di area kewanitaan dan ketiak setiap hari sebenarnya tidak berbahaya. Pada dasarnya, prosedur tersebut tidak akan mengganggu kesehatan kulit bila dilakukan secara tepat. Fusco hanya menyarankan Anda untuk menghindari pisau cukur bila memiliki luka yang terbuka pada kulit, goresan ringan, atau beruntus. “Proses mencukur seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit. Jangan lakukan pada bagian kulit yang terinfeksi atau ruam,” tuturnya.



(Foto: bustle.com)


  • Untuk mendapatkan hasil cukuran yang lembut, Fusco menjelaskan beberapa poin yang harus diutamakan. Pertama, jangan bertukar alat cukur dengan orang lain.
  • Kedua, jangan mencukur dalam kondisi kulit yang basah. Lapisi kulit dengan produk shaving cream atau busa sabun tebal yang sesuai dengan jenis kulit.
  • Terakhir, pastikan mata pisau cukur tetap bersih dengan menggantinya setiap 1 minggu sekali.


(BACA JUGA: Ini Caranya Meracik Deodoran, Sampo, dan Krim Cukur Sendiri)

Fusco menambahkan tip mencukur dengan cara mengikuti arah pertumbuhannya, karena akan meminimalkan pertumbuhan bulu yang lebih lama. Lakukan perawatan eksfoliasi menggunakan scrub agar kulit senantiasa halus. 


(Kissy Aprilia, Foto: Hanna Postova/ Unsplash.com)