1 menit untuk mencari tahu penyebabnya lebih lanjut.


Masa pubertas dianggap sebagai salah satu kondisi yang rentan mengalami masalah jerawat. Hal ini disebabkan karena pada usia tersebut hormon di dalam tubuh mengalami pelonjakan. Nyatanya, meski telah memasuki usia 30-an kulit tetap ditumbuhi oleh jerawat—bahkan semakin buruk. Lalu, pada usia berapa kulit akan terlepas dari permasalahan tersebut?


Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh US National Library of Medicine, 50 persen kemunculan jerawat justru terjadi pada rentang usia 20-29 tahun—diikuti 35 persen pada 30-39 tahun. Ini berarti masalah jerawat tidak hanya dialami oleh remaja perempuan yang tengah melewati masa pubertas, tetapi juga pada orang dewasa. Ahli dermatologi ternama dari New York, Joshue Zeichner, menjelaskan bahwa masalah jerawat pada rentang usia matang ini merupakan jenis adult-onset. 

 

Berdasarkan jenisnya pula, pada dasarnya masalah jerawat terbagi ke dalam 3 kategori yaitu persistent acne, recurrent acne dan adult-onset. Persistent acne adalah kondisi jerawat yang diakibatkan oleh masa pubertas, reccurent acne adalah jerawat yang kembali muncul pada usia dewasa, sementara adult-onset adalah masalah jerawat yang baru dialami setelah memasuki usia matang. 


Bila penyebab jerawat persistent acne dapat bersumber dari faktor kebersihan wajah, lain halnya dengan adult-onset. Penyebab jenis jerawat tersebut adalah ketidakstabilan hormon serta perubahan kondisi kulit karena bahan kandungan dari produk kecantikan kulit. Zeichner menyarankan untuk melakukan perawatan khusus pada jerawat dengan memilih obat benzoyl peroxide sebagai antibiotik untut mengatasi jerawat. 


(Nisa Rahtio, foto: freepik.com)