Cari tahu apa perbedaannya dalam waktu 1 menit saja!

Durasi Baca: 1 menit


Di pasaran, banyak sekali produk kecantikan yang menawarkan  kandungan organik juga natural sebagai keunggulannya. Namun seringkali, banyak perempuan masih menganggap kedua hal itu adalah sama.


Padahal kenyataannya tidak, lho! Lalu apa perbedaan produk kecantikan berlabel organik dan natural? Langsung saja simak rangkuman penjelasannya berikut ini!

(BACA JUGA: Cintai Alam Bersama Produk Kecantikan Organik)


NATURAL

Jika produk yang Anda pakai sehari-hari tertulis natural, maka artinya produk tersebut diciptakan dari bahan kandungan yang alami seperti dari tumbuh-tumbuhan. Selain itu, seharusnya juga tidak menggunakan penambahan bahan-bahan kimia berbahaya lainnya.


Anda memang perlu lebih cermat untuk membaca bahan kandungan yang biasa tertera pada kemasan. Produk alami tentu tidak mengandung bahan kimia seperti paraben, peytrochemicals, potassium hydroxide, dan lainnya.


Namun kenyataannya, masih ada produk yang mengatakan natural karena terbuat dari tumbuhan, tetapi tetap menambahkan bahan aktif atau pewangi serta pewarna buatan walau dalam persentase yang sangat kecil. Nah bisa dibilang, produk seperti itu pun tidak sepenuhnya natural. Sayangnya, belum ada peraturan khusus yang mengatur dengan jelas soal produk natural ini.

(BACA JUGA: Berbahan Alami, Ini 4 Merk Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil)


(Foto: chagrinvalleysoapandsalve.com)


ORGANIK

Berbeda dengan produk berbahan natural, sebuah brand kecantikan tidak bisa sembarangan mencantumkan kata organik pada kemasan produknya. Pasalnya, ada badan khusus yang akan mengawasi penggunaan bahan organik ini sendiri.


Jika produk Anda diklaim organik, artinya bahan kandungannya berasal dari tanaman organik, yang ditanam, dibudidaya, dan dikembangkan dengan proses khusus. Tanaman tersebut juga menggunakan pupuk pilihan, yang tidak mengandung petroleum atau pestisida kimia. 


Biasanya, setiap negara memiliki peraturan sendiri seperti apa sebuah brand dapat mencatumkan produknya organik dengan minimal kandungan tertentu. Misalnya, dengan takaran bahan kandungan organik 75%, maka produk tersebut baru boleh diberi cap organik. Di Indonesia sendiri,  lembaga yang mengatur peraturan tersebut adalah BIOCert.


Mudahnya, produk yang organik sudah pasti sepenuhnya natural!



(Foto: IPTC)


(Meichella Nancy, Foto: Ladyboss.Asia)