Ahli dermatologi asal New York menyarankan orang yang mengalami masalah dengan jerawat untuk menghindari bahan makanan tertentu.

Durasi baca: 55 detik


Tidak dapat dipungkiri, sebaik apapun kualitas produk kecantikan atau skin care yang digunakan, permasalahan kulit berjerawat tak dapat diatasi secara permanen. Perawatan ekstra tak hanya perlu dilakukan dari luar tubuh, namun juga dari dalam tubuh. You are what you eat!

(BACA JUGA: Pelembap untuk Kulit Berminyak)


PEMILIK MASALAH BERJERAWAT, HINDARI MAKANAN MENGANDUNG SUSU

Makanan yang dikonsumsi setiap harinya memberikan pengaruh besar terhadap kecantikan kulit Anda. Bila Anda memiliki masalah jerawat yang tak kunjung selesai, Ahli Dermatologi asal New York, Paul Jarrod Frank, merekomendasikan Anda untuk menghindari makanan yang terbuat dari bahan susu (dairy products). 


Bahan makanan yang mengandung susu tersebut memicu peningkatan peradangan atau inflamasi pada kulit yang membuat kondisi jerawat bertambah buruk. Anda tidak disarankan mengonsumsi semua makanan dan minuman yang terbuat dari susu sapi atau susu kerbau. 


Pola hidup dan diet Anda memegang peran penting dalam kesehatan tulang, tubuh, hingga kulit.  Pola hidup Anda bukanlah penyebab utama jerawat dewasa, namun menjadi faktor yang memengaruhi timbulnya jerawat,” jelas Jarrod Frank.

(BACA JUGA: 5 Langkah Perawatan Tepat untuk Kulit Berminyak)


Jika Anda ingin meminimalkan masalah jerawat, kunci utamanya terletak pada diet dan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Yang sangat perlu Anda batasi adalah konsumsi gula dan susu,” lanjut Frank.


Kandungan gula di dalam susu juga berisiko meningkatkan kadar lemak pada tubuh. Akibatnya, produksi sebum akan semakin bertambah yang menyebabkan munculnya jerawat pada kulit. Meskipun begitu, Anda tetap bisa mengonsumsi bahan susu lainnya. 


Sebagai gantinya, Anda dapat mencoba plant milk seperti susu kacang kedelai, susu almond, atau susu beras. 

(Agnes Priscilla, foto: Allure.com)