×

Stay in The know

Skincare

Menurut Ahli Dermatologi, Anda Perlu Menghilangkan Rutinitas Kecantikan Berikut Ini

Menurut Ahli Dermatologi, Anda Perlu Menghilangkan Rutinitas Kecantikan Berikut  Ini
Saskia Damanik

Tue, 28 June 2016 at 16.08

Tanpa disadari, rutinitas kecantikan tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan kulit. 

Mungkin Anda memiliki rutinitas kecantikan yang sudah biasa dilakukan sejak remaja. Tanpa perlu berkonsultasi dengan dokter ahlu pun, Anda dapat mengatasi berbagai permasalahan kulit, mulai dari komedo, jerawat, hingga iritasi. Majalah serta situs kecantikan menjadi salah satu panduan dalam memilih produk skin care yang tepat. Namun, pernahkah Anda berfikir kebiasaan tersebut justru dapat memberkan dampak buruk bagi kesehatan kulit?

GLITZMEDIA.CO memiliki 8 panduan dari para ahli dermatologi, mengenai rutinitas kecantikan sehari-hari. Tanpa Anda sadari, kedelapan kebiasaan tersebut menimbulkan berbagai permasalahan kulit. Meskipun tidak dapat mengatasinya secara tuntas, namun, setidaknya Glitzy dapat menghindari permasalahan dengan menghilangkan rutinitas berikut ini. 


Penggunaan Produk Jerawat Secara Berlebihan

Menggunakan produk jerawat secara berlebih dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Akibatnya, produksi minyak bertambah dan jerawat pun semakin berkembang. Dr. Rebecca Kazin dari Washington Institute of Dermatologic Laser Surgery dan The Johns Hopkins Department of Dermatology, menjelaskan bahwa sebagian besar obat jerawat menyebabkan kulit mengalami kekeringan. 

Karena itu, Anda disarankan agar tidak menggunakan sabun pembersih anti jerawat, namun menggantinya dengan sabun pembersih wajah biasa. Selain itu, cukup bersihkan wajah 2 hari sekali, agar kulit tidak memproduksi minyak lebih banyak lagi. 




Terlalu Lama Berhadapan Dengan Matahari

Bukan hanya kulit tubuh, kulit kepala juga rentan akan sinar ultraviolet. Menurut Dr. Kazin, dirinya mendapati banyak sekali pasien yang memiliki permasalahan pada kulit kepala.  Ia juga menjelaskan bahwa hal tersebut dapat menyebabkan penyakit yang cukup parah, yaitu kanker kulit. 

Jika Anda berencana untuk berada di ruang terbuka dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya kenakanlah topi untuk menghindari sinar UV tersebut. Di samping itu, jika menggunakan sunscreen dirasa tidak cukup aman, gunakanlah payung untuk melindungi seluruh kulit Anda. 


Salah Mengaplikasikan Sunscreen

Mengaplikasikan sunscreen secara berkala mengikuti jumlah tingkatan SPF saja tidak cukup untuk melindungi kulit Anda. Menurut Dr. Craig Kraffert—Ahli Dermatologi dari California, Amerika Serikat—masih banyak wanita yang salah ketika mengaplikasikan sunscreen. Uumnya, sunscreen digunakan sebelum mengaplikasikan moisturizer. Padahal, seharusnya produk tersebut diaplikasikan secara merata setelah moisturizer dipulaskan pada kulit.

 Secara natural, produk SPF tidak akan menyerap ke dalam pori-pori, melainkan hanya berdiam di atas lapisan kulit. Jika Anda mengaplikasikannya sebelum moisturizer, tidak hanya paparan sinar ultraviolet saja yang akan terhalangi, tetapi juga manfaat baik dari produk skincare itu sendiri. 


Memecahkan Jerawat

Memang, sih, GLITZMEDIA.CO akui gemas sekali melihat jerawat yang tumbuh, apalagi pada bagian wajah. Meskipun sudah mengetahui akibat buruknya, tetap saja kita melakukan ‘dosa’ tersebut. Namun, Dr. Kraffet selalu mengingatkan para pasien untuk menghindari kebiasaan tersebut, khususnya sebelum melakukan kunjungan ke dokter ahli. Selain memperburuk kondisi jerawat, memecahkannya juga berisiko meningkatkan permasalahan pada jaringan kulit. Tidak mau, kan, wajah Anda tampak semakin buruk? 


Membaurkan Skincare Secara Asal

Tidak jarang Dr. Kraffert menemukan permasalahan kulit akibat pembauran produk kecantikan atau skincare secara asal-asalan. Biasanya, para pasien mencoba membaurkan kandungan di dalam krim anti penuaan, seperti asam glikolat dan vitamin c dengan produk retinoid.  Sayangnya, cara tersebut justru menjadi boomerang pagi kesehatan kulit. Pembauran tersebut menyebabkan retinoid melemah dan tidak stabil. Akibatnya, kulit mengalami iritiasi akibat perpaduan kandungan bahan tersebut. Dr. Kraffert mengungkapkan jika pembauran yang terbaik adalah glikolat dengan moisturizer yang mengandung retinol serta antioksidan.  




Penggunaan Scrub Secara Agresif

Tiada yang lebih menyenangkan dibanding melakukan perawatan kulit setelah beraktivitas seharian di luar ruangan. Mengggunakan produk scrub jadi alternatif paling mudah, tanpa perlu mengunjungi salon kecantikan. Namun, dr. Joyce I. Imahiyerobo-Ip menjelaskan bahwa melakukan eksfoliasi setelah kulit bekeringat cukup lama dapat menyebabkan kulit menjadi kering. 

Tidak hanya itu, kebiasaan yang terlalu sering dilakukan berisiko pada kondisi kulit eczema bahkan jerawat. Imahiyerobo menyarankan Anda untuk menggunakan produk pembersih wajah yang mengandung lactic acid untuk proses ekfoliasi yang lebih ringan. 


Mengabaikan Produk Eye Cream

Banyak yang beranggapan jika produk eye-cream hanyalah sebuah pelengkap dari rangkaian produk perawatan wajah. Dipakai bagus, tak dipakai juga tidak masalah. Namun, anggapan tersebut bertentangan dengan pendapat dr. Julie Russak, Ahli Dermatologi asal New York. Ia menjelaskan bahwa mata memiliki kulit 10 kali lebih tipis dari kulit lainnya, serta menunjukkan tanda penuaan lebih cepat dibandingkan bagian wajah lainnya. Karena itulah, Anda disarankan untuk tidak mengabaikan produk eye-cream pada rutinitas pagi maupun malam. 

(Kissy Aprilia, Images: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke